
Beraupedia.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau telah meningkatkan kapasitas pengelolaan layanan teknologi informasi dan komunikasi dengan memperkuat sistem pengawasan jaringan internet.
Langkah strategis ini dilakukan melalui penerapan sistem pemantauan digital canggih yang mampu mendeteksi gangguan, ketidaknormalan, maupun potensi masalah secara langsung atau real time.
Kepala Diskominfo Berau Didi Rahmadi, menyampaikan bahwa keandalan dan kestabilan jaringan internet menjadi tulang punggung pelayanan publik, administrasi pemerintahan, serta kelancaran aktivitas masyarakat dan pelaku usaha saat ini.
Mengingat peran vital tersebut, pemantauan secara manual atau berkala saja dirasa tidak lagi cukup untuk menjamin kualitas layanan yang prima.
“Kini kami telah mengoperasikan sistem pemantauan digital terintegrasi. Alat ini memungkinkan tim teknis kami melihat kondisi seluruh titik jaringan, kecepatan akses, hingga lalu lintas data secara langsung di layar pemantauan. Jika ada gangguan, penurunan kualitas sinyal, atau indikasi keamanan jaringan yang terancam, sistem akan langsung memberikan peringatan seketika,” ungkapnya.
Dengan kemampuan deteksi dini tersebut, perbaikan dan penanganan masalah dapat dilakukan jauh lebih cepat, tepat sasaran, dan efisien.
Hal ini sekaligus memangkas waktu henti layanan yang mungkin terjadi, sehingga dampak gangguan dapat diminimalisir dan kenyamanan pengguna tetap terjaga.
Selain menjaga kelancaran akses, sistem ini juga berfungsi memperkuat keamanan siber daerah. Diskominfo memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun tidak hanya cepat dan stabil, tetapi juga aman dari akses yang tidak berwenang atau ancaman keamanan digital lainnya.
Peningkatan sistem pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah mewujudkan Berau sebagai daerah yang maju dalam transformasi digital.
Baca Juga : DLHK Berau Terus Jaga Keberadaan Ruang Terbuka Hijau Di Perkotaan Dan Pedesaan
Jaringan yang andal dan terawasi diharapkan dapat mendukung pelayanan publik yang lebih responsif, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh warga, baik di kawasan perkotaan maupun wilayah terpencil.
Melalui dashboard khusus yang terintegrasi, tim teknis dapat memantau kondisi seluruh titik Wi-Fi yang dikelola pemerintah. Ketika terjadi penurunan kualitas jaringan atau koneksi terputus, sistem akan langsung menampilkan lokasi yang mengalami gangguan.
“Tim kami bisa segera mengetahui titik mana yang bermasalah tanpa harus menunggu laporan dari masyarakat. Dengan begitu, penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” ujarnya.
Menurut Didi, keberadaan internet publik saat ini menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat.
Selain mendukung aktivitas belajar dan bekerja, akses internet juga banyak dimanfaatkan untuk memperoleh berbagai layanan pemerintahan secara daring.
Untuk mempercepat proses perbaikan, Diskominfo juga memperkuat koordinasi dengan penyedia layanan internet.
Komunikasi antara tim teknis dan vendor dilakukan melalui jalur khusus sehingga setiap gangguan dapat segera ditindaklanjuti (bp).













