Berau

Kukuhkan Paguyuban Persela Berau, Bupati Harap Warga Jawa Terus Berkontribusi Ke Daerah

38
×

Kukuhkan Paguyuban Persela Berau, Bupati Harap Warga Jawa Terus Berkontribusi Ke Daerah

Sebarkan artikel ini

“Bisa dibilang Berau sudah menjadi tempat tinggal atau tanah air berbagai suku itu termasuk Jawa. Berikan kontribusi agar bisa bersama-sama memajukan Berau,” ujar Bupati Sri Juniarsih Mas

| EDITOR : Anang Ma

TANJUNG REDEB|BERAUPEDIA.COM – Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas menghadiri sekaligus mengukuhkan pengurus Persatuan Sedulur Lamongan (Persela) Berau yang berlangsung di kediaman sesepuh Jawa, Pakde Toni di Jalan Albina Kelurahan Gunung Panjang, Sabtu (25/4/2026).

Nampak hadir Asisten II Pemkab Mustakim Suharjana, penasehat Ikapakarti Berau Pakde Toni dan Sekretaris Ikapakarti Berau Aan Wibowo, beberapa tokoh Jawa seperti Jaka Siswanta yang juga Kepala BPKSDM Berau, Yudha Budisantosa Kepala Disbudpar Berau, Sutarwoko, H Ramadhan, serta beberapa pilar Paguyuban seperti Ketua Paguyuban Keluarga Blitar (PKB), Ketua Ikatan Keluarga Madura Berau (IKMB), Ketua Pawargo, Kompak, Paguyuban AE Madiun Raya, Ketua Ikayo serta warga Lamongan yang tergabung dalam Persela Berau.

Dalam sambutannya, Bupati Sri Juniarsih Mas mengatakan bahwa banyak suku termasuk Jawa yang banyak tinggal di Berau, bahkan berkeluarga, berusaha hingga beranak pinak dan menyatu dengan masyarakat Berau. Sehingga diharapkan juga bisa memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan perkembangan Berau.

“Bisa dibilang Berau sudah menjadi tempat tinggal atau tanah air berbagai suku itu termasuk Jawa. Berikan kontribusi agar bisa bersama-sama memajukan Berau,” ujar Bupati Sri Juniarsih Mas. 

Bupati juga berharap nantinya usai pengukuhan ini juga bisa menjadi wadah silaturahmi. Dengan. dilantiknya Persela ini juga bisa membangun kondusivitas di Berau.

Fungsi paguyuban apapun itu adalah bagaimana sedulur yang ada bisa didata, bertemu setiap bulan dan membahas kontribusi apa yang bisa diberikan untuk berau.

“Sebagai kepala daerah, saya mempersilakan siapapun dan dari suku manapun untuk berkeluarga dan berusaha di sini dengan tenang dan damai. Jadi mari bersama juga menjaga kondusivitas,” tutupnya.

Acara yang berlangsung mulai pukul 20.00 Wita ini, juga diisi dengan tausyiah oleh Ustadz Nur Ali dari Tarakan, dan berakhir pada pukul 23.30 Wita dengan diakhiri pembagian berbagai doorprize, dengan hadiah utama 1 (satu) buah HP (BP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *