Berau

Dinsos Berau Pulangkan Sembilan Korban Penipuan Pencari Kerja Ke Kampung Halaman

15
×

Dinsos Berau Pulangkan Sembilan Korban Penipuan Pencari Kerja Ke Kampung Halaman

Sebarkan artikel ini

“Tidak mungkin kita biarkan mereka terlantar di jalan. Kita tampung dulu, kemudian kita upayakan pemulangan ke keluarga masing-masing,” ujar Iswahyudi

BERAUPEDIA.COM – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Berau, Iswahyudi, menceritakan kejadian penipuan yang menimpa sejumlah sembilan pekerja yang berakibat terlantar di Kabupaten Berau.

Para korban sebelumnya dijanjikan pekerjaan di sebuah perusahaan kelapa sawit di Kalimantan Utara. Namun, harapan itu sirna setelah mereka diduga menjadi korban penipuan dan akhirnya kabur hingga masuk ke wilayah Berau tanpa bekal yang cukup.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya segera mengambil langkah penanganan dengan menampung para korban di rumah singgah sebelum proses pemulangan dilakukan.

“Tidak mungkin kita biarkan mereka terlantar di jalan. Kita tampung dulu, kemudian kita upayakan pemulangan ke keluarga masing-masing,” ujar Iswahyudi. 

Ia menjelaskan, prinsip utama penanganan orang terlantar adalah mengembalikan mereka ke lingkungan yang aman melalui proses reunifikasi keluarga.

Dari sembilan orang yang ditangani, sebagian besar berasal dari luar Kalimantan, seperti Palembang, Garut, hingga Bandung.

Proses pemulangan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur, terutama karena keterbatasan anggaran di tingkat kabupaten.

“Karena efisiensi anggaran, pembiayaan kita lakukan secara estafet. Pemulangan difasilitasi oleh provinsi,” jelasnya.

Hingga saat ini, tujuh orang telah berhasil dipulangkan ke daerah asal masing-masing. Sementara dua lainnya masih dalam proses koordinasi lebih lanjut.

Dinsos Berau juga memastikan para korban tidak dikembalikan ke lokasi awal tujuan kerja di Kalimantan Utara, guna menghindari potensi masalah baru.

“Kita langsung kembalikan ke daerah asal, bukan ke tempat mereka dijanjikan bekerja,” tegasnya.

Selain kasus ini, Dinsos Berau juga kerap menangani warga terlantar dengan kondisi rentan, seperti sakit dan lanjut usia. Untuk kategori tersebut, penanganan biasanya dilakukan langsung oleh pemerintah daerah, tergantung ketersediaan anggaran.

Dalam beberapa kasus, pemulangan bahkan dilakukan hingga ke luar Pulau Kalimantan, dengan melibatkan kerja sama berbagai pihak, termasuk paguyuban masyarakat.

“Kami pernah fasilitasi pemulangan sampai ke Lamongan. Kadang juga dibantu paguyuban, sharing anggaran,” ucapnya.

Iswahyudi berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah maupun provinsi agar penanganan warga terlantar dapat terus berjalan optimal.

“Yang jelas, kami berupaya semaksimal mungkin agar mereka bisa kembali ke keluarga dengan aman dan tidak lagi terlantar,” kuncinya (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *