“Paling tidak dengan fasilitas pendidikan yang merata, para orang tua bisa lebih mengawasi buah hatinya, tidak perlu membayar biaya kos, makamn dan kebutuhan lain ketika merantau,” jelas Elita

BERAUPEDIA.COM – Ketua Komisi I DPRD Berau, Elita Herlina, menyambut baik rencana pembangunan dua Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri baru di wilayah pedalaman oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur, sebagai solusi nyata dalam memeratakan akses pendidikan bagi pelajar di pelosok daerah.
Dua sekolah yang akan segera dibangun tersebut adalah SMAN 16 Berau yang berlokasi di Kampung Bukit Makmur, Kecamatan Segah, serta SMAN 17 Berau di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar. Kehadiran fasilitas pendidikan ini diharapkan dapat memangkas jarak tempuh siswa dalam menuntut ilmu.
Selama ini, pelajar di Kecamatan Segah harus menempuh perjalanan jauh ke wilayah Teluk Bayur untuk mengakses SMA Negeri terdekat.
Sementara itu, pelajar di Kecamatan Tabalar harus menuju Kecamatan Talisayan dengan waktu tempuh mencapai hampir dua jam perjalanan.
“Kondisi ini, yang mengharuskan pelajar memilih untuk merantau, karena di wilayah tempat tinggalnya tidak mempunyai SMA Negeri, paling-paling adalah SMK,” kata politisi Golkar itu.
Namun dengan berdirinya gedung SMA, maka kata Elita, mempunyai taraf kesempatan pendidikan yang sama, anatara murid yang berada di wilayah pedalaman dengan yang berada dekat pusat kota.
Belum lagi, persoalan usia yang masih menjadi tanggungjawab orang tua. Anak murid yang masih tergolong labil, masih memerlukan pendampingan dan pengawasan yang ketat. Sehingga opsi untuk merantau sangat tidak dianjurkan.
“Paling tidak dengan fasilitas pendidikan yang merata, para orang tua bisa lebih mengawasi buah hatinya, tidak perlu membayar biaya kos, makamn dan kebutuhan lain ketika merantau,” jelas Elita.
Elita pun mengakui, jika gedung SMA di Berau, masih belum seluruhnya menyentuh kecamatan jauh, seperti Kelay dan Biduk-Biduk.
Ia mengimbau pemerintah daerah rutin melakukan koordinasi ke pemprov membahas mengenai pembangunan sekolah jenjang menengatas atas itu.
“Kalau SMA ini memang kewenangannya berada di provinsi, bisa jadi tahun ini dua SMA, tahun selanjutnya adalagi pembangunan di kecamatan lain yang letaknya jauh dari SMA/SMK terdekat, kita harapkan ini bisa menjadi perhatian bersama,” tandasnya (bp).













