
BERAUPEDIA.COM – Kabar membanggakan datang dari putra daerah Kabupaten Berau. Bambang Edy Maryono, kelahiran Tanjung Redeb, 5 Maret 1978, tengah menapaki perjalanan akademik menuju jenjang Guru Besar atau Profesor setelah menyelesaikan pendidikan doktoralnya.
Bambang resmi meraih gelar Doktor (S3) Ilmu Administrasi dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan diwisuda pada 28 Februari 2025. Gelar tersebut diraih setelah menyelesaikan disertasi berjudul “Penerapan Kebijakan Publik Berbasis New Public Management untuk Meningkatkan Kinerja Keberlanjutan Perusahaan Daerah Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau.”
Topik disertasi tersebut tidak jauh dari persoalan pembangunan dan pelayanan publik di daerah. Penelitian mengenai Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau menjadi bagian dari upaya Bambang mengembangkan kajian kebijakan publik yang relevan dengan kebutuhan pemerintahan daerah.
Di luar aktivitas akademik, Bambang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau. Ia bertugas sebagai Ahli Muda Teknik Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau.
Kesibukannya sebagai ASN tidak menghalangi langkahnya untuk terus mengembangkan kapasitas akademik. Setelah menyelesaikan pendidikan doktoral, Bambang kini melanjutkan berbagai persyaratan yang diperlukan untuk menuju jabatan akademik Guru Besar.
Sejumlah tahapan tersebut di antaranya penelitian lanjutan, publikasi karya ilmiah, penulisan buku, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Perpaduan antara pengalaman teknis di bidang pembangunan infrastruktur dengan latar belakang ilmu administrasi dan kebijakan publik menjadi modal penting dalam pengembangan keilmuannya.
Jika seluruh persyaratan akademik dan administratif dapat diselesaikan sesuai ketentuan, proses pengajuan menuju jabatan Guru Besar diharapkan dapat dituntaskan dalam beberapa tahun ke depan.
Kepala DPUPR Kabupaten Berau turut mengapresiasi pencapaian Bambang. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa aparatur daerah juga memiliki kesempatan untuk terus berkembang dan mencapai jenjang akademik tertinggi.
“Kehadiran cendekiawan seperti Pak Bambang adalah kebanggaan sekaligus anugerah bagi Berau. Ilmunya tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi dapat diterapkan untuk membantu memecahkan persoalan pembangunan dan tata kelola pemerintahan. Kami sangat mendukung langkahnya menuju Profesor,” ujarnya.
Perjalanan Bambang menjadi contoh bahwa pengembangan kompetensi tidak harus berhenti setelah seseorang memasuki dunia kerja.
Sebaliknya, pengalaman di pemerintahan dapat menjadi bekal untuk memperdalam kajian akademik sekaligus menghasilkan pemikiran yang dapat memberikan manfaat bagi daerah.
Bagi Kabupaten Berau, perjalanan tersebut juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani menempuh pendidikan setinggi mungkin.
Terlebih, ilmu yang diperoleh diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di daerah (bp).













