Tanjung Redeb

Siapkan Aplikasi UMKM, Transaksi Digital Jadi Rekam Jejak Usaha

16
×

Siapkan Aplikasi UMKM, Transaksi Digital Jadi Rekam Jejak Usaha

Sebarkan artikel ini
Kabid Koperasi Dan UMKM Disperindagkop Berau, Dr. Wahid Hasyim (bp)


BERAUPEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) tengah menyiapkan aplikasi khusus UMKM yang ditargetkan menjadi layanan satu pintu bagi pelaku usaha.

Aplikasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai etalase dan sarana promosi produk, tetapi juga mencatat transaksi serta membangun rekam jejak digital usaha.

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Diskoperindag Berau, Wahid Hasyim, mengatakan aplikasi itu masih dalam tahap inisiasi dengan konsep one stop solution.

“Pelaku UMKM nantinya diharapkan dapat menggunakan satu sistem untuk memenuhi berbagai kebutuhan usahanya, mulai dari menyusun rencana bisnis, mengelola transaksi, mempromosikan produk, hingga terhubung dengan konsumen,” ujarnya.

Menurut Wahid, pencatatan transaksi secara digital menjadi salah satu fitur penting. Setiap transaksi yang dilakukan melalui sistem akan tersimpan sebagai histori usaha dan dapat menjadi data pendukung ketika pelaku UMKM mengajukan pembiayaan ke perbankan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Transaksi tidak lagi hanya dipandang sebagai kegiatan jual-beli, tetapi juga menjadi bagian dari data perjalanan bisnis,” tukasnya.

Selama ini, salah satu kendala UMKM adalah belum tertatanya rekam jejak bisnis secara terstruktur.

Padahal, banyak pelaku usaha telah menjalankan bisnis cukup lama dan memiliki pelanggan tetap, namun sulit menunjukkan perkembangan usahanya dalam bentuk data.

Melalui aplikasi tersebut, Diskoperindag berharap pelaku UMKM mulai terbiasa mencatat aktivitas usaha secara digital sehingga perkembangan bisnis dapat terlihat lebih jelas.

Selain pencatatan transaksi, aplikasi juga dirancang mendukung promosi produk, layanan take away, hingga promosi secara real-time.

Pelaku usaha nantinya diharapkan dapat terhubung langsung dengan konsumen melalui satu platform.

“Pelaku UMKM bisa menyelesaikan masalah internal mereka, mulai dari membuat rencana bisnis sampai membuat aplikasi transaksinya, baik untuk layanan take away maupun promosi real-time yang tersebar luas, sekaligus menjembatani mereka langsung dengan pembeli,” paparnya (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *