Tanjung Redeb

Analis Politik UI: Syarifatul Sya’diah Kian Menguat, Dedy Okto Mulai Diperhitungkan Di Pilkada Berau Mendatang

7
×

Analis Politik UI: Syarifatul Sya’diah Kian Menguat, Dedy Okto Mulai Diperhitungkan Di Pilkada Berau Mendatang

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Peta politik menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Berau 2029 mulai menarik perhatian.

Sejumlah figur dengan pengalaman politik, basis partai, serta rekam jejak di pemerintahan mulai diperbincangkan sebagai kandidat potensial.

Analis politik Universitas Indonesia (UI), Arvie Jatmiko, menilai figur Syarifatul Sya’diah menjadi salah satu nama yang kian menguat dalam bursa kandidat Pilkada Berau mendatang.

Syarifatul memiliki modal politik yang cukup kuat. Selain saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Berau dan masih aktif sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, ia juga memiliki pengalaman panjang di dunia politik.

Pengalaman tersebut semakin diperkuat dengan rekam jejak Syarifatul yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Berau.

Pengalaman di legislatif dan kepemimpinan partai dinilai menjadi modal penting dalam membangun jaringan politik serta memahami dinamika pemerintahan daerah.

“Pengalaman politik yang panjang tentu menjadi salah satu keunggulan Syarifatul. Ia tidak hanya memiliki posisi strategis di partai, tetapi juga memiliki pengalaman memimpin lembaga legislatif di tingkat kabupaten dan kini berada di DPRD Kaltim,” ujar Arvie.

Di sisi lain, nama Dedy Okto Nooryanto juga mulai diperhitungkan dalam bursa politik Berau 2029.

Dedy merupakan Ketua DPD Partai NasDem Berau sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Berau periode 2024–2029. Berbeda dengan Syarifatul yang telah lama berkecimpung di dunia politik,

Dedy dipandang sebagai figur muda yang energik dan memiliki ruang cukup besar untuk membangun popularitas serta memperluas basis dukungan politiknya.

“Dedy memiliki karakter yang berbeda. Ia merupakan figur muda dan energik, dengan posisi sebagai Ketua DPRD Berau sekaligus Ketua DPD NasDem. Ini memberikan ruang baginya untuk terus membangun jaringan dan menunjukkan kapasitas kepemimpinannya,” lanjut Arvie.

Menurut Arvie, kedua figur tersebut memiliki modal politik yang berbeda tetapi sama-sama strategis. Syarifatul memiliki keunggulan dari sisi pengalaman panjang, rekam jejak kepemimpinan dan jaringan politik, sedangkan Dedy memiliki modal sebagai representasi generasi muda dengan posisi strategis di legislatif dan partai politik.

Namun, Pilkada Berau yang diperkirakan berlangsung pada 2029 masih cukup panjang. Konstelasi politik dapat berubah seiring perkembangan pemerintahan, dinamika internal partai, hasil survei, tingkat elektabilitas, serta kemungkinan munculnya figur-figur baru.

Karena itu, menurut Arvie, kekuatan kedua nama tersebut pada akhirnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat, menjaga basis politik, meningkatkan elektabilitas, serta menggalang dukungan dan koalisi partai politik.

Dengan modal yang dimiliki masing-masing, Syarifatul Sya’diah dan Dedy Okto Nooryanto mulai menjadi dua nama yang menarik untuk dicermati dalam peta politik Berau menuju Pilkada mendatang (bp).

Editor: Anang Ma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *