Berau

Pemasukan Tak Sebanding Tingginya Volume Sampah, DLHK Berau Pertimbangkan Penyesuaian Tarif Retribusi

27
×

Pemasukan Tak Sebanding Tingginya Volume Sampah, DLHK Berau Pertimbangkan Penyesuaian Tarif Retribusi

Sebarkan artikel ini

“Biaya operasional kita, terutama untuk BBM, itu mencapai Rp3,5 miliar per tahun. Namun jika melihat angka retribusi sampah yang masuk, perbandingannya sangat jauh,” ungkap Zulkifli

BERAUPEDIA.COM – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau, Zulkifli Azhari, mengungkapkan bahwa produksi sampah di Berau kini berada pada kisaran 90 hingga 100 ton per hari, namun tingginya produksi sampah harian tersebut dirasa tak sebanding dengan pemasukan retribusi kebersihan yang diterima Pemkab Berau.

Ia mengatakan, jumlah volume sampah tersebut membuat kebutuhan operasional pengangkutan sampah terus membengkak, terutama untuk biaya bahan bakar armada.

“Biaya operasional kita, terutama untuk BBM, itu mencapai Rp3,5 miliar per tahun. Namun jika melihat angka retribusi sampah yang masuk, perbandingannya sangat jauh,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli menjelaskan, penerimaan daerah dari sektor retribusi kebersihan saat ini hanya berkisar Rp800 juta sampai Rp900 juta per tahun. Nilai tersebut dinilai belum mampu menutup kebutuhan dasar operasional pengelolaan sampah.

Menurutnya, ketimpangan antara pengeluaran dan pemasukan tersebut membuat pemerintah daerah harus menanggung beban anggaran yang cukup besar melalui APBD.

Karena itu, DLHK Berau mulai mempertimbangkan revisi kebijakan terkait tarif retribusi kebersihan sebab penyesuaian tarif dinilai penting karena besaran yang berlaku saat ini dianggap sudah tidak sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan pelayanan.

“Sudah saatnya kita melakukan penyesuaian, karena tarif yang ada sekarang sudah sangat lama tidak diperbarui. Kami sedang mengkaji aturan baru agar pengelolaan sampah bisa lebih mandiri dan maksimal,” ujarnya.

Selain soal pembiayaan, DLHK Berau juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Penerapan konsep reduce, reuse, recycle (3R) yang disebut dapat membantu mengurangi beban di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Saya berharap, dengan adanya penyesuaian tarif nantinya, pelayanan kebersihan di Kabupaten Berau bisa ditingkatkan secara signifikan demi kenyamanan warga,” kuncinya (bp).

| EDITOR : Anang Ma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *