
beraupedia.com – Peredaran narkotika di Kabupaten Berau dinilai semakin mengkhawatirkan. Terungkapnya sejumlah kasus dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan bahwa peredaran barang haram tersebut masih menjadi ancaman serius yang membutuhkan penanganan lebih intensif.
Wakil Ketua II DPRD Berau, H. Sumadi, turut menyoroti maraknya pengungkapan kasus narkoba belakangan ini. Menurutnya, rangkaian kasus yang berhasil diungkap aparat menjadi gambaran bahwa peredaran narkotika di Berau masih terjadi secara masif.
“Terungkapnya kasus-kasus peredaran narkoba akhir-akhir ini menunjukkan bahwa peredarannya semakin masif. Ini tentu menjadi perhatian serius kita bersama,” ujar Sumadi.
Ia meminta aparat penegak hukum tidak mengendurkan langkah pemberantasan narkotika. Penindakan, menurutnya, harus dilakukan secara konsisten dan menyasar seluruh mata rantai peredaran, bukan hanya pelaku yang berada di tingkat pengguna atau kurir.
Sumadi menilai pengungkapan kasus narkoba harus terus dikembangkan untuk membongkar jaringan yang lebih besar, termasuk pihak-pihak yang menjadi pemasok dan pengendali peredaran.
“Jangan sampai hanya kurir atau pengguna yang ditangkap. Kalau memang ada jaringan yang lebih besar, itu yang harus dibongkar dan ditindak,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan narkoba bukan hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda dan kondisi sosial masyarakat. Karena itu, pemberantasannya membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
Selain penindakan, Sumadi mendorong penguatan langkah pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan generasi muda. Lingkungan keluarga juga dinilai memiliki peran penting dalam mencegah anak-anak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap jalur-jalur yang berpotensi digunakan untuk memasukkan narkotika ke Berau.
Pengawasan dan koordinasi antarlembaga perlu diperkuat agar ruang gerak jaringan pengedar semakin sempit.
Di sisi lain, masyarakat diminta tidak tinggal diam. Informasi dari masyarakat dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi aparat untuk mengungkap aktivitas peredaran narkoba yang terjadi di lingkungan sekitar.
“Ini bukan hanya tugas aparat. Pemerintah, DPRD, masyarakat dan keluarga harus bersama-sama memerangi narkoba. Jangan sampai kita terlambat menyelamatkan generasi muda,” katanya.
Sumadi berharap aparat penegak hukum terus meningkatkan intensitas pemberantasan narkotika di Berau.
Pengungkapan kasus yang terjadi belakangan ini, menurutnya, harus menjadi momentum untuk membongkar jaringan peredaran secara lebih menyeluruh.
Dengan ancaman yang dinilai semakin nyata, pemberantasan narkoba di Berau tidak boleh dilakukan secara sporadis.
Penindakan yang konsisten, pencegahan yang kuat serta keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memutus mata rantai peredaran narkotika di Bumi Batiwakkal (bp).













