Tanjung Redeb

Layanan Kesehatan Digital Berau Belum Merata, Sejumlah Puskesmas Pedalaman Masih Terkendala Internet

17
×

Layanan Kesehatan Digital Berau Belum Merata, Sejumlah Puskesmas Pedalaman Masih Terkendala Internet

Sebarkan artikel ini
Kepala Diskominfo Berau, H. Didi Rahmadi (bp)


BERAUPEDIA.COM – Pemerataan layanan kesehatan berbasis digital di Kabupaten Berau masih menghadapi tantangan. Sejumlah Puskesmas, terutama yang berada di wilayah pedalaman, hingga kini belum mendapatkan akses internet yang memadai.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau karena konektivitas internet kini menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, mengatakan persoalan keterbatasan jaringan tersebut terungkap dalam hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, masih terdapat sejumlah Puskesmas yang belum terhubung jaringan internet sehingga pelaksanaan layanan kesehatan berbasis digital belum dapat berjalan secara optimal.

“Temuan BPK menunjukkan cakupan jaringan internet di puskesmas saat ini baru sekitar 70 persen. Artinya masih ada sekitar 20 persen lebih fasilitas kesehatan yang belum memiliki akses internet,” ujar Didi.

Kelay dan Segah Masih Jadi Perhatian

Didi menyebut fasilitas kesehatan yang mengalami keterbatasan jaringan internet sebagian besar berada di wilayah pedalaman, khususnya Kecamatan Kelay dan Segah.

Letak geografis yang jauh dari pusat layanan telekomunikasi menjadi salah satu kendala utama dalam memperluas jaringan internet ke kawasan tersebut.

Kondisi geografis Kabupaten Berau yang luas dengan sebaran permukiman yang cukup berjauhan membuat pembangunan infrastruktur telekomunikasi membutuhkan dukungan dan strategi khusus.

Di sisi lain, Didi memastikan kebutuhan jaringan internet untuk kantor-kantor kampung di Kabupaten Berau telah terpenuhi seluruhnya.

Namun, pada tahun ini Pemkab Berau belum memiliki tambahan anggaran untuk memperluas jaringan internet ke lokasi-lokasi baru.

“Kami tidak memiliki penambahan kuota jaringan internet pada tahun ini. Karena itu, kami terus membangun komunikasi dengan operator seluler agar mereka dapat membantu memperluas cakupan layanan di wilayah yang masih blank spot,” jelasnya.

Andalkan Dukungan Operator Telekomunikasi

Keterbatasan anggaran tersebut membuat Diskominfo Berau berupaya mencari alternatif melalui kerja sama dan komunikasi dengan perusahaan penyedia layanan telekomunikasi.

Dukungan operator dinilai penting untuk mempercepat perluasan jaringan ke wilayah yang selama ini masih berada dalam kondisi blank spot, termasuk fasilitas kesehatan yang berada jauh dari pusat perkotaan.

Menurut Didi, konektivitas internet bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan bagi Puskesmas. Di tengah transformasi layanan kesehatan, internet telah menjadi bagian penting dari operasional pelayanan.

Akses internet dibutuhkan untuk mendukung berbagai aktivitas, mulai dari pengiriman laporan medis secara daring, proses rujukan pasien, komunikasi antarfasilitas kesehatan, hingga penerapan berbagai program digitalisasi kesehatan yang dikembangkan pemerintah.

Karena itu, pemerataan jaringan internet di Puskesmas diharapkan menjadi perhatian bersama sehingga fasilitas kesehatan di wilayah pedalaman tidak tertinggal dalam penerapan layanan kesehatan berbasis digital.

Pemkab Berau optimistis peningkatan konektivitas akan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan jaringan yang lebih baik, proses pelayanan diharapkan menjadi lebih cepat, akurat dan efisien.

Terlebih bagi masyarakat yang tinggal di kawasan terpencil, keberadaan Puskesmas dengan dukungan teknologi digital dapat menjadi salah satu upaya memperkecil kesenjangan akses layanan kesehatan antara wilayah perkotaan dan pedalaman.

Pemerintah daerah pun terus mendorong agar seluruh Puskesmas di Kabupaten Berau pada akhirnya dapat terkoneksi internet secara memadai, sehingga transformasi digital di sektor kesehatan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *