
BERAUPEDIA.COM – Sultan Gunung Tabur PYM Adji Raden Muhammad Bakhrun dan Sultan Sambaliung PYM Datu Amir MA menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 yang digelar di Hotel Mercure, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, beberapa waktu lalu.
Kehadiran kedua tokoh Kesultanan Berau tersebut menjadi bagian penting dalam momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, serta unsur adat dalam menjaga kelestarian lingkungan di Bumi Batiwakkal.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas, Wakil Ketua II DPRD Berau Sumadi, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, para camat, perwakilan perusahaan, tokoh adat, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak boleh berhenti sebatas kegiatan seremonial.
Momentum tersebut, menurutnya, harus diterjemahkan dalam aksi nyata sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadi pelopor dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah. Seluruh masyarakat, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya memiliki tanggung jawab yang sama,” tegasnya.
Bupati juga mendorong perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Berau agar meningkatkan kontribusinya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Kontribusi tersebut diharapkan tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga diarahkan pada program yang memiliki dampak langsung terhadap keberlanjutan lingkungan, termasuk rehabilitasi lahan bekas tambang dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Lingkungan Butuh Komitmen Nyata
Persoalan lingkungan di Berau dinilai membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dunia usaha, masyarakat, lembaga adat maupun pemangku kepentingan lainnya.
Kehadiran Sultan Gunung Tabur dan Sultan Sambaliung dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya peran tokoh adat dan Kesultanan Berau dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari warisan daerah.
Sementara itu, Sultan Gunung Tabur PYM Adji Raden Muhammad Bakhrun menyampaikan dukungan kesultanan terhadap berbagai upaya pelestarian lingkungan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi lintas sektor (bp).













