Tanjung Redeb

UMKM Berau Didorong Naik Kelas, Jangan Hanya Jadi Penonton Di Tengah Pesatnya Pariwisata

22
×

UMKM Berau Didorong Naik Kelas, Jangan Hanya Jadi Penonton Di Tengah Pesatnya Pariwisata

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Berau didorong semakin adaptif dan berdaya saing agar mampu menangkap peluang ekonomi dari sektor pariwisata yang terus berkembang.

Dorongan tersebut disampaikan dalam Workshop Pembinaan Pelaku Usaha yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau di Ruang Sangalaki, Kantor Bupati Berau, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis pelaku usaha, tetapi juga membangun mental dan semangat kewirausahaan.

Pelaku UMKM diharapkan mampu memanfaatkan pertumbuhan sektor pariwisata sebagai peluang untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan.

Ketua Dekranasda Berau, Brigjen Pol. (Purn) Edy Suswanto, mengatakan pembinaan harus mampu melahirkan pelaku usaha yang memiliki mental kuat, berani menghadapi tantangan, serta tidak mudah menyerah dalam mengembangkan bisnis.

“Tujuan utama workshop ini adalah melahirkan pelaku usaha yang memiliki semangat kewirausahaan tinggi dan tidak mudah menyerah,” tegas Edy.

Menurutnya, peningkatan kapasitas UMKM menjadi semakin penting karena Berau memiliki potensi pariwisata yang besar.

Pertumbuhan kunjungan wisatawan harus dapat diikuti dengan kesiapan pelaku usaha lokal dalam menyediakan produk dan jasa yang berkualitas.

Sementara itu, Bupati Berau menegaskan UMKM memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Keberadaan berbagai destinasi wisata di Berau dinilai menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha.

Potensi tersebut, kata Bupati, harus mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat lokal.

Pariwisata tidak boleh hanya menghadirkan wisatawan, tetapi juga membuka ruang bagi produk dan jasa UMKM untuk tumbuh.

“Peran UMKM sangat penting untuk kemajuan ekonomi kerakyatan, terlebih Berau memiliki banyak destinasi wisata yang menjadi potensi besar bagi tumbuhnya usaha masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, para pelaku usaha diminta tidak sekadar menjadi penonton di daerah sendiri. Mereka harus mampu membaca kebutuhan wisatawan, meningkatkan kualitas produk, memperkuat kemasan, pelayanan, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan usaha.

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi dari narasumber yang berasal dari sejumlah unsur, mulai dari dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga sektor perbankan.

Bupati berharap seluruh peserta dapat menyerap pengetahuan dan pengalaman yang diberikan, kemudian menerapkannya dalam pengembangan usaha masing-masing.

“Saya mendorong setiap pelaku usaha yang hadir untuk menyerap ilmu yang dibagikan para narasumber, baik dari dunia usaha, LSM maupun perbankan, dan menerapkannya dalam pengembangan usaha,” tandasnya.

Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM Berau.

Dengan begitu, geliat pariwisata tidak hanya menjadi etalase destinasi, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi masyarakat lokal.

Ke depan, UMKM diharapkan mampu mengambil posisi lebih besar dalam rantai ekonomi pariwisata Berau, mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen, oleh-oleh, hingga berbagai produk kreatif lainnya.

Dengan kualitas yang semakin baik, produk lokal Berau diharapkan mampu menjadi bagian penting dari pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat identitas ekonomi daerah (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *