Tanjung Redeb

UMKM Berau Diminta Jangan Takut Bersaing, Kreativitas Harus Diikuti Inovasi Dan Digitalisasi

19
×

UMKM Berau Diminta Jangan Takut Bersaing, Kreativitas Harus Diikuti Inovasi Dan Digitalisasi

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Berau didorong tidak hanya mengandalkan kreativitas, tetapi juga meningkatkan kualitas produk, inovasi, digitalisasi, serta keberanian memasuki pasar yang lebih luas.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Workshop Pembinaan Pelaku Usaha dalam rangka mendukung ekonomi kerakyatan yang tangguh yang digelar di Ruang Rapat Sangalaki, Kantor Pemerintah Kabupaten Berau, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dan dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Berau Edy Suswanto.

Dalam pemaparannya, Edy menekankan pentingnya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang mampu mempertemukan pelaku usaha dengan pemerintah, perbankan, sektor swasta hingga pasar.

“UMKM ini sektor strategis yang harus dibangkitkan,” katanya.

Menurut Edy, perubahan struktur ekonomi Berau membuat penguatan UMKM semakin penting. Pelaku usaha lokal tidak boleh berjalan sendiri tanpa dukungan, tetapi membutuhkan akses permodalan, pendampingan, promosi hingga kesempatan mengikuti pameran untuk memperluas pasar.

Ia juga mendorong pelaku UMKM menjadikan keunikan produk lokal Berau sebagai kekuatan kompetitif.

Produk makanan, kerajinan maupun berbagai usaha kreatif harus terus dikembangkan dengan memperhatikan kualitas, kemasan, standardisasi serta kebutuhan konsumen.

Bagi Edy, kreativitas merupakan modal awal, tetapi belum cukup untuk memenangkan persaingan. Produk lokal harus mampu beradaptasi dengan perubahan selera konsumen dan perkembangan teknologi.

Karena itu, digitalisasi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM. Pelaku usaha dituntut mulai memanfaatkan teknologi untuk pemasaran, transaksi maupun memperluas jangkauan konsumen.

Edy menilai persaingan pasar tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman. Sebaliknya, kompetisi harus menjadi pemicu bagi pelaku usaha untuk memperbaiki kualitas dan menemukan keunggulan produknya.

Pelaku UMKM diminta belajar dari kompetitor, kemudian mencari nilai tambah yang membuat produk lokal memiliki karakter dan pembeda.

“Jangan takut bersaing. Kompetisi harus membuat kita berbenah,” ujarnya.

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, kolaborasi dengan berbagai pihak juga diperlukan. Perbankan dapat berperan dalam membuka akses pembiayaan sekaligus mendorong digitalisasi transaksi.

Sementara sektor swasta dapat berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), promosi, penyelenggaraan pameran hingga pemanfaatan produk UMKM lokal dalam rantai pasok perusahaan.

Kuliner Terpadu Jadi Gagasan Baru

Tidak berhenti pada pembinaan, Edy juga menggagas pengembangan kawasan kuliner terpadu yang dapat menjadi ruang pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus destinasi wisata baru di Berau.

Konsep tersebut diharapkan mampu mempertemukan produk lokal, kreativitas pelaku usaha dan konsumen dalam satu kawasan.

Dengan demikian, aktivitas ekonomi tidak hanya menciptakan ruang berjualan, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisatawan ketika berkunjung ke Berau.

Gagasan tersebut dinilai sejalan dengan potensi pariwisata Berau yang terus berkembang.

Produk kuliner, kerajinan dan ekonomi kreatif lokal dapat menjadi bagian dari rantai ekonomi pariwisata sekaligus memperkuat identitas daerah.

“Potensi Berau luar biasa, tinggal bagaimana kita mengelolanya bersama,” pungkasnya.

Penguatan UMKM pada akhirnya diharapkan tidak hanya menghasilkan pelaku usaha yang mampu bertahan, tetapi juga menciptakan UMKM Berau yang naik kelas, mampu bersaing, masuk pasar digital dan mengambil peluang dari pertumbuhan pariwisata daerah (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *