| Oleh : Drs. YUDHA BUDISANTOSA, M.Si | Editor : Anang Ma

BERAUPEDIA.COM – Sebagai kabupaten yang telah menetapkan dirinya sebagai destinasi wisata unggulan, khususnya wisata bahari maka pengembangan pariwisata perkotaan juga harus menjadi bagian integral dari pengembangan destinasi wisata tersebut.
Kota sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis/perdagangan, dan pusat hiburan menjadi titik sentral penduduk termasuk tamu-tamu yang datang ke Kabupaten Berau. Sehingga kawasan ini perlu penataan dan pengelolaan agar tidak tumbuh dan berkembang tak beraturan yang justru menjadi kumuh.
Tanjung Redeb sebagai Ibu Kota Kabupaten Berau terus tumbuh dan berkembang. Sebagai Kawasan Perkotaan, Kota Tanjung Redeb dari tahun ke tahun telah “memoles” dirinya sesuai dengan mottonya, Kota Sanggam. Sanggam yang artinya “Cantik, Manis, dan Menawan” yang memikat hati siapapun yang memandangnya.
Lebih dari itu, Sanggam disini juga dimaksudkan akronim dari Sehat, Anggun, Gairah, Aman dan Manusiawi. Motto Kota Tanjung Redeb yang sudah dicanangkan sejak 1992 atau 34 tahun yang lalu.
Kota Tanjung Redeb pun telah menjadi destinasi wisata perkotaan dan hingga saat ini sitidaknya terdapat lima kawasan destinasi wisata perkotaan yang telah tumbuh dan berkembang. Kelimanya berada di tepian sungai. Seperti Tepian Sungai Segah Jalan A. Yani dan Jalan Pulau Derawan di Tanjung Redeb, Tepian Sungai Kelai-Sungai Berau di Sambaliung, Tepian Sungai Segah di Gunung Tabur dan Tepian Sungai Segah-Kalimarau di Teluk Bayur.
Kelima kawasan wisata ini perlu terus dikembangkan sesuai dengan ciri khas dan keungulannya masing-masing.
Untuk Tepian Jalan A. Yani dan Jalan Pulau Derawan, kawasan ini terintegrasi dengan pusat perkotaan seperti perkantoran, pertokoan, hotel/penginapan, dan restoran. Sedangkan Tepian Gunung Tabur diintegrasikan dengan Museum Batiwakkal, Tepian Sambaliung dengan Keraton Sambaliung sedangkan Tepian Kalimarau diintegrasikan dengan wisata Kota Tua Teluk Bayur. Jadi kelimanya terus dikembangkan sebagai kawasan wisata perkotaan sesuai dengan ciri khasnya masing-masing.
Pengembangan pariwisata perkotaan ini sebagai langkah strategis bagi Kabupaten Berau. Karena tidak hanya akan menopang wisata bahari tapi lebih dari itu dapat memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui UMKM-nya serta memperkuat hubungan sosial dan budaya bahkan membentuk ciri dan identitas suatu kota.
Di samping itu, Kota Tanjung Redeb sebagai “pintu gerbang dan etalase” merepresentasikan wajah, identitas, budaya dan “kelas” Kabupaten Berau bagi publik atau pengunjung dari luar daerah bahkan dari mancanegara.
Kota Tanjung Redeb harus membangun bagaimana “kesan pertama” tamu atau wisatawan yang berkunjung ke Berau (meski tidak semua) direpresentasikan oleh wajah Kota Tanjung Redeb itu sendiri.
Ibarat kata pepatah, “Pandangan pertama yang mengesankan, tak akan mudah dilupakan hingga terpikat hati janji terpendam, untuk kembali ke pangkuan.” Bagaimana menurut Anda? (Bersambung) / (bp).
| Ditulis oleh Kepala Disbudpar Kabupaten Berau | Tg.Redeb, Selasa (28/4/26)













