Tanjung Redeb

Pembangunan Infrastruktur Air Bersih Di Kelay Segera Dimulai, Siapkan Anggaran Rp.6,5 Miliar

21
×

Pembangunan Infrastruktur Air Bersih Di Kelay Segera Dimulai, Siapkan Anggaran Rp.6,5 Miliar

Sebarkan artikel ini
Decty Toge Manduli (bp)


BERAUPEDIA.COM – Pembangunan infrastruktur air bersih di Kampung Sido Bangen, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, segera dimulai. Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pemerataan layanan dasar, khususnya akses air bersih bagi masyarakat di wilayah pedalaman.

Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Decty Toge Manduli, mengatakan berdasarkan Detail Engineering Design (DED), kebutuhan anggaran untuk memenuhi layanan air bersih di Sido Bangen mencapai sekitar Rp35 miliar.

Namun, pembangunan tidak dapat dilakukan sekaligus dan akan dilaksanakan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

“Mengacu pada DED, dana yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih Sido Bangen, Kecamatan Kelay, mencapai sekitar Rp35 miliar lebih. Pekerjaan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan yang kita miliki,” ungkapnya.

Untuk tahap awal, Pemerintah Kabupaten Berau memperoleh dukungan melalui skema Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 dengan alokasi anggaran sekitar Rp6,5 miliar.

Ia mengatakan, proses lelang proyek tersebut telah memasuki tahapan pada Agustus 2026. Pemerintah menargetkan pekerjaan fisik tahap awal sudah dapat dimulai pada awal September 2026.

“Anggaran Rp6,5 miliar di bulan Agustus ini sudah memasuki tahap lelang. Kami pastikan awal September 2026 kegiatan proyek tahap awal sudah bisa dikerjakan,” jelasnya.

Pada tahap awal, pembangunan masih difokuskan pada infrastruktur pengolahan air. Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, fasilitas tersebut ditargetkan mampu melayani lebih dari 500 kepala keluarga di kawasan ibu kota Kecamatan Kelay.

“Sekitar 500 lebih kepala keluarga yang nantinya bisa terlayani. Kalau ini selesai, tentu sangat membantu masyarakat,” katanya.

Bagi masyarakat, ketersediaan air bersih tidak hanya berkaitan dengan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menyangkut kesehatan, sanitasi, kenyamanan, dan kualitas hidup.

Selama ini, keterbatasan akses air bersih turut berdampak terhadap aktivitas rumah tangga maupun kondisi sanitasi lingkungan. Karena itu, pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang bagi kebutuhan dasar masyarakat Kelay.

Meski demikian, Decty menegaskan pembangunan fisik hanyalah tahap awal. Pemerintah juga harus memastikan sistem pengolahan dan distribusi air dapat beroperasi secara optimal serta berkelanjutan setelah proyek selesai.

DPUPR Berau saat ini masih mengkaji skema pengelolaan fasilitas tersebut. Namun, berdasarkan hasil pembahasan terakhir bersama Perumda Air Minum Batiwakkal, pengelolaan instalasi pengolahan air bersih di Sido Bangen nantinya akan dilakukan oleh Perumda.

Menurut Decty, langkah tersebut menjadi pertimbangan karena sebelumnya Perumda Air Minum Batiwakkal pernah memberikan layanan air bersih kepada masyarakat setempat. Namun, keterbatasan anggaran operasional menyebabkan bantuan pelayanan air bersih tersebut sempat dihentikan.

“Hasil pertemuan kami bersama Perumda Batiwakkal terakhir, dipastikan akan mengelola pengolahan air bersih di Sido Bangen, Kecamatan Kelay. Sebelumnya Perumda sempat memberikan solusi air bersih kepada masyarakat, namun karena keterbatasan anggaran operasional, bantuan air bersih tersebut dihentikan,” pungkasnya (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *