Teluk Bayur

Panen Di Tengah Cuaca Ekstrem, Labanan Jaya Didorong Jadi Sentra Ketahanan Pangan Berau

11
×

Panen Di Tengah Cuaca Ekstrem, Labanan Jaya Didorong Jadi Sentra Ketahanan Pangan Berau

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Syukuran panen padi dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional digelar di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mensyukuri hasil panen sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam mendorong swasembada pangan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini, mengatakan panen tersebut merupakan bagian dari musim tanam gaduh 2026 yang dilaksanakan kelompok gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Menurutnya, hasil panen tahun ini menjadi capaian tersendiri karena berlangsung di tengah kondisi cuaca yang cukup ekstrem.

Sejumlah wilayah bahkan mengalami gagal panen akibat kekeringan, serangan hama dan penyakit yang diperparah angin kencang.

“Di tengah cuaca yang demikian ekstrem, meski banyak yang mengalami gagal panen, sebagian bisa kita panen,” kata Lita.

Beberapa wilayah yang mengalami gagal panen di antaranya Kampung Biyung-Buyung, Semurut, Merancang dan Melati Jaya.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi petani dalam mempertahankan produktivitas pertanian di tengah perubahan cuaca.

Lita menyebutkan, Kampung Labanan Jaya memiliki lahan sawah sekitar 336 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 75 hektare telah memasuki masa panen, sedangkan lahan lainnya masih dalam proses penanaman padi, termasuk melalui program cetak sawah rakyat (CSR).

Namun, sekitar 11,5 hektare lahan di kawasan tersebut dilaporkan mengalami gagal panen akibat kekeringan.

Untuk lahan yang berhasil dipanen, produksi rata-rata mencapai 3,19 ton beras. Petani Labanan Jaya menggunakan varietas padi unggul Kolosebo. Dengan kondisi cuaca dan pengairan yang normal, produksi diperkirakan dapat meningkat hingga sekitar 4,5 ton.

“Kampung Labanan Jaya sebagai penguat ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Berau,” ujarnya.

Selain faktor cuaca, peningkatan produktivitas pertanian masih menghadapi sejumlah kendala. Lita menyebut persoalan sumber daya manusia (SDM), kondisi saluran drainase, keterbatasan alat panen hingga fasilitas pengering padi masih perlu mendapat perhatian.

“Kendala yang dihadapi saat ini juga adalah SDM dan saluran drainase yang perlu dilakukan pembenahan-pembenahan, agar aliran air dapat bekerja secara maksimal,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas yang turut melakukan panen padi secara langsung menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Berau dalam mewujudkan kemandirian dan swasembada pangan.

Menurut Sri Juniarsih, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan kepada petani melalui penguatan sarana dan prasarana pertanian, peningkatan produktivitas, serta program yang dapat memperluas lahan pertanian produktif.

“Pemerintah Kabupaten Berau berkomitmen untuk terus mendukung para petani. Pertanian merupakan sektor penting yang harus kita kuatkan karena salah satu fokus utama daerah adalah mewujudkan swasembada pangan,” kata Sri Juniarsih.

Ia menilai keberhasilan panen di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu menunjukkan pentingnya ketahanan petani sekaligus dukungan pemerintah yang dilakukan secara berkelanjutan.

Karena itu, berbagai kendala yang masih dihadapi petani, mulai dari pengairan hingga sarana produksi dan pascapanen, perlu ditangani secara bertahap dan terintegrasi.

“Petani harus terus kita dorong agar produktivitasnya meningkat,” ujarnya.

Sri Juniarsih menambahkan, penguatan sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memastikan petani memiliki sarana pendukung yang memadai. Hal tersebut mencakup sistem pengairan, alat pertanian hingga penanganan pascapanen.

“Melalui penguatan sektor pertanian harapannya Kampung Labanan Jaya dapat menjadi salah satu sentra yang berperan dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong terwujudnya swasembada pangan di Kabupaten Berau,” tandasnya (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *