Teluk Bayur

Gamalis Ajak Generasi Muda Teladani Akhlak Rasulullah Di Tabligh Akbar Labanan Makarti

13
×

Gamalis Ajak Generasi Muda Teladani Akhlak Rasulullah Di Tabligh Akbar Labanan Makarti

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Wakil Bupati Berau Gamalis menghadiri Tabligh Akbar dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Lapangan Bina Taruna, Kampung Labanan Makarti, Kecamatan Teluk Bayur, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang dihadiri ratusan masyarakat Labanan Makarti dan sekitarnya tersebut berlangsung khidmat.

Tabligh akbar menghadirkan ulama nasional KH Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq sebagai penceramah utama.

Dalam sambutannya, Gamalis mengapresiasi panitia dan masyarakat yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, majelis ilmu menjadi momentum penting untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, kita bisa berkumpul dalam keadaan sehat untuk menghadiri majelis ilmu yang sangat bermanfaat ini. Kegiatan seperti ini penting untuk meningkatkan ketakwaan, memperkuat nilai-nilai agama, serta mempererat silaturahmi,” ujarnya.

Gamalis juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi, generasi muda dinilai tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga harus dibekali karakter dan akhlakul karimah.

“Kepada generasi muda, jadikan Rasulullah SAW sebagai suri teladan. Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, akhlakul karimah dan sopan santun,” katanya.

Ia menambahkan, keluarga memiliki peran penting sebagai tempat pertama bagi anak dalam mengenal nilai-nilai kehidupan dan agama.

“Momentum Maulid Nabi ini mari kita jadikan untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah,” lanjutnya.

Sementara itu, Gus Muwafiq dalam tausiyahnya mengulas tradisi memperingati Maulid Nabi serta nilai keberkahan yang terkandung di dalamnya.

Ia menjelaskan bahwa tradisi berbagi makanan dan meminta doa telah menjadi bagian dari praktik masyarakat Muslim sejak masa Rasulullah SAW dan para sahabat.

Menurutnya, tradisi tersebut kemudian berkembang ke berbagai penjuru dunia dan makanan menjadi salah satu bagian yang melekat dalam peringatan Maulid Nabi.

Gus Muwafiq juga menyoroti dampak sosial dan ekonomi dari kegiatan Maulid. Menurutnya, pelaksanaan Maulid di berbagai daerah turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, keberkahan Maulid tidak hanya dirasakan secara spiritual, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan ekonomi.

“Dulu ibu-ibu sangat rajin mencari keberkahan. Di Indonesia, orang sering makan berkat. Insyaallah, dalam dirinya masih ada barakah,” jelasnya.

Tabligh Akbar tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Berau bersama masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keislaman, ukhuwah, serta membumikan dakwah yang damai, moderat dan menyejukkan di tengah kehidupan masyarakat (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *