
beraupedia.com – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali dilakukan di Kabupaten Berau. Kali ini, kebakaran terjadi di kawasan perkebunan di Jalan Gajah Mada, poros Labanan–Segah, Kampung Labanan Makarti, Kecamatan Teluk Bayur.
Kapolsek Teluk Bayur AKP Budi Witikno mengatakan, pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel Polsek Teluk Bayur, Sat Samapta Polres Berau, TNI, KPHP Berau Barat, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat), Hutan Sanggam Berau (HSB), Masyarakat Peduli Api (MPA), aparatur kampung hingga warga sekitar.
“Penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi seluruh unsur di lapangan sangat diperlukan agar api dapat segera dikendalikan dan tidak meluas,” ujarnya.
Kebakaran diketahui melanda lahan perkebunan dengan luas sekitar satu hektare. Lokasi kebakaran berjarak sekitar 20 menit perjalanan dari Pospol Labanan dan dapat diakses menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua.
Sebanyak 36 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penanganan. Mereka terdiri dari tiga personel Polsek Teluk Bayur, lima personel BKO Sat Samapta Polres Berau, dua personel TNI, empat personel KPHP Berau Barat, lima personel Disdamkarmat, satu personel Radcar, tiga personel HSB, enam personel MPA Kampung Labanan Makarti, tiga aparatur kampung, serta empat warga.
Untuk mendukung proses pemadaman, petugas menggunakan sejumlah sarana, di antaranya satu unit kendaraan patroli Turjawali Sat Samapta Polres Berau, satu unit truk KPHP Berau Barat, serta dua unit jonder milik PT Labasari.
Setelah menemukan titik api, personel gabungan langsung melakukan pemadaman. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak kembali muncul titik api.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga mengingatkan masyarakat sekitar agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Imbauan tersebut penting dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas, terlebih kondisi cuaca saat ini cenderung panas dan kering.
“Setelah pemadaman, kami tetap memastikan lokasi dalam kondisi aman dengan melibatkan potensi masyarakat yang tersedia. Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegas Budi.
Kondisi cuaca panas dan belum adanya hujan di wilayah Kecamatan Teluk Bayur membuat vegetasi berupa daun dan ranting menjadi kering sehingga lebih mudah terbakar.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penelusuran lebih lanjut untuk memastikan sumber api.
Polres Berau bersama seluruh unsur terkait akan terus meningkatkan pemantauan dan kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki kondisi lahan kering selama musim kemarau.
Kolaborasi lintas unsur di lapangan dinilai menjadi kunci dalam mempercepat penanganan karhutla sekaligus mencegah api kembali muncul dan meluas ke kawasan lainnya (bp).













