Tanjung Redeb

Kolaborasi Lintas Perusahaan Perkuat Penanganan Karhutla Di Berau

2
×

Kolaborasi Lintas Perusahaan Perkuat Penanganan Karhutla Di Berau

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. PT Hutan Sanggam Berau (HSB) bersama sejumlah perusahaan, yakni PT Hamparan Anugrah Abadi (HAA), PT Berau Coal, PT Harmoni Panca Utama (HPU), dan PT MBJ, turut bersinergi dalam upaya pengendalian dan pemadaman kebakaran di sejumlah wilayah.

Kolaborasi tersebut dilakukan tidak hanya melalui pengerahan personel dan peralatan pemadaman, tetapi juga dukungan logistik bagi petugas yang bekerja di lapangan.

Berbagai kebutuhan, mulai dari peralatan, tenaga, makanan hingga dukungan operasional lainnya, disiapkan untuk membantu mempercepat penanganan titik-titik kebakaran.

Direktur Operasional PT Hutan Sanggam Berau, YP Kurniawan, mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan dan kerja sama seluruh pihak.

Kondisi medan serta luas wilayah Kabupaten Berau menjadi tantangan tersendiri sehingga penanganan kebakaran tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak.

“Dalam penanganan karhutla ini, kami melihat komitmen dan kepedulian dari berbagai perusahaan sangat luar biasa. Masing-masing ikut berpartisipasi sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki, baik melalui bantuan alat, tenaga, kebutuhan makanan maupun dukungan langsung dalam proses pemadaman,” ujarnya.

Menurut Kurniawan, sinergi antarpihak menjadi semakin penting ketika kebakaran terjadi di kawasan yang sulit dijangkau.

Tim gabungan harus bergerak menuju daerah terpencil untuk memastikan api dapat dikendalikan dan tidak meluas hingga menimbulkan dampak lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat.

Salah satu lokasi yang mendapat penanganan bersama yakni kawasan Batu Rajang. Akses menuju lokasi yang cukup sulit membuat dukungan personel, peralatan dan logistik menjadi faktor penting dalam proses pemadaman.

“Seperti yang dilakukan di Batu Rajang, tim dan dukungan perusahaan tetap bergerak untuk melakukan pemadaman meskipun lokasi berada di daerah yang cukup terpencil. Ini menunjukkan bahwa komitmen penanganan karhutla tidak hanya terbatas pada wilayah yang mudah dijangkau,” katanya.

Kurniawan menambahkan, sinergi tersebut diharapkan terus diperkuat selama musim kemarau dan meningkatnya potensi karhutla di Berau.

Menurutnya, penanganan kebakaran tidak boleh hanya berfokus ketika api telah muncul. Upaya pencegahan dan deteksi dini juga menjadi bagian penting untuk menekan potensi munculnya titik api baru.

“Semangatnya adalah saling membantu dan memperkuat. Karhutla merupakan persoalan bersama, sehingga penanganannya juga harus dilakukan secara bersama-sama. Kami berharap sinergi ini terus terjaga agar setiap kejadian dapat ditangani lebih cepat,” pungkasnya.

Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla di Kabupaten Berau, khususnya dalam menghadapi tantangan wilayah yang luas dan sejumlah lokasi dengan akses yang terbatas (bp).

Editor: Anang Ma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *