Berau

Hadapi Potensi Kebakaran, Disdamkarmat Berau Lakukan Digitalisasi Pemetaan Sumber Air

23
×

Hadapi Potensi Kebakaran, Disdamkarmat Berau Lakukan Digitalisasi Pemetaan Sumber Air

Sebarkan artikel ini

“Kami memasukkan sumber air ke dalam Google Maps, sehingga mudah diakses oleh petugas maupun masyarakat,” ujar Rakhmadi

| EDITOR : Anang Ma

Tanjung Redeb/BERAUPEDIA.COM – Pemetaan sumber air secara digital, menjadi salah satu langkah inovatif yang tengah dikembangkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau untuk menghadapi potensi kebakaran.

Strategi ini bertujuan mempercepat waktu respons sekaligus memperkuat sistem proteksi kebakaran di lapangan.

Menurut Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, pihaknya saat ini tengah melakukan tagging atau penandaan titik-titik hidran dan sumber air ke dalam aplikasi Google Maps.

“Kami memasukkan sumber air ke dalam Google Maps, sehingga mudah diakses oleh petugas maupun masyarakat,” ujar Rakhmadi.

Menurutnya, langkah tersebut diharapkan memudahkan pencarian pasokan air terdekat saat terjadi keadaan darurat. Program ini juga akan dimasukkan dalam Rencana Induk Pencegahan Kebakaran daerah.

Selain itu, penentuan lokasi hidran baru akan disesuaikan dengan kajian konektivitas jaringan dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Tak hanya berkoordinasi dengan PDAM, Disdamkarmat juga akan melibatkan sektor swasta dimana dalam waktu dekat, pihaknya berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah perusahaan, khususnya di sektor perkebunan yang memiliki risiko kebakaran lahan.

“Kami akan melakukan inspeksi ke perusahaan-perusahaan agar mereka siap mengantisipasi potensi kebakaran, terutama yang sudah memiliki sarana operasional,” tegasnya.

Di sisi lain, kunjungan rutin ke pos-pos pemadam kebakaran juga akan ditingkatkan guna memantau kebutuhan logistik dan peralatan di setiap wilayah.

Rakhmadi menambahkan, peran aktif masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan kebakaran.

“Masyarakat perlu dilibatkan karena mereka yang paling mengetahui kondisi lingkungan, termasuk akses sumber air terdekat,” pungkasnya (BP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *