
beraupedia.com – Di tengah dinamika pembangunan Kabupaten Berau yang terus berkembang, muncul kebutuhan terhadap figur pemimpin yang mampu membaca perubahan sekaligus tetap dekat dengan masyarakat. Salah satu nama yang kini berada di garis depan lembaga legislatif daerah adalah Ir. Dedy Okto Nooryanto, ST, Ketua DPRD Kabupaten Berau periode 2024–2029.
Dedy bukan sosok yang datang dari luar daerah. Ia lahir di Tanjung Redeb, 11 Oktober 1977, dan terpilih dari Daerah Pemilihan Berau 1 melalui Partai NasDem. Dalam profil resmi DPRD Berau, Dedy tercatat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Berau.
Kepemimpinannya di DPRD dimulai secara definitif setelah pengucapan sumpah/janji pimpinan DPRD Kabupaten Berau pada 5 November 2024. Berdasarkan keputusan Gubernur Kalimantan Timur yang dibacakan dalam rapat paripurna, Dedy ditetapkan sebagai Ketua DPRD, didampingi Subroto sebagai Wakil Ketua I dan Sumadi sebagai Wakil Ketua II.
Dari Aspirasi Masyarakat Ke Meja Kebijakan
Menjadi Ketua DPRD bukan sekadar menduduki kursi pimpinan. Di balik posisi tersebut terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan suara masyarakat diterjemahkan ke dalam kebijakan daerah.
Sejak awal kepemimpinannya, Dedy menegaskan komitmennya untuk mengutamakan kepentingan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa aspirasi yang telah diserap akan dipilah berdasarkan tingkat urgensinya untuk kemudian diperjuangkan secara bertahap.
Komitmen tersebut terlihat dalam perannya mengawal agenda pembangunan daerah. Dalam Musrenbang RPJMD Kabupaten Berau 2025–2029, misalnya, Dedy menyatakan DPRD siap mengawal program yang masuk dalam dokumen pembangunan agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan tetap sesuai regulasi.
Sikap ini menunjukkan bahwa kepemimpinan legislatif yang ingin dibangun Dedy tidak berhenti pada fungsi formal DPRD. Ia mencoba menempatkan lembaga legislatif sebagai bagian dari proses memastikan pembangunan daerah berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Menyuarakan Pemerataan Pembangunan
Salah satu persoalan yang terus menjadi perhatian di Berau adalah pemerataan pembangunan, terutama infrastruktur dasar di wilayah kampung.
Pada 2026, Dedy mendorong pemerintah daerah agar pembangunan infrastruktur dasar di kampung-kampung terus diperkuat. Jalan penghubung antarkampung dan akses komunikasi melalui pembangunan tower BTS dinilainya penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.
Perspektif tersebut penting bagi Berau yang memiliki wilayah luas dengan karakter geografis yang beragam. Pembangunan tidak cukup hanya terkonsentrasi di pusat kota. Konektivitas kampung, akses pendidikan, kesehatan, telekomunikasi hingga distribusi barang menjadi bagian dari agenda pemerataan yang menentukan masa depan daerah.
Pendidikan Dan Kualitas Generasi Menjadi Perhatian
Dedy juga memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan. Pada Mei 2026, ia menyoroti bahwa tantangan pendidikan Berau bukan semata-mata persoalan besarnya anggaran, tetapi bagaimana kebijakan yang dibuat benar-benar meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi guru.
Pandangan tersebut menunjukkan adanya pergeseran perspektif: pembangunan sumber daya manusia tidak hanya diukur dari seberapa besar anggaran yang dialokasikan, tetapi juga dari kualitas hasil yang diterima masyarakat.
Bagi Berau yang tengah menghadapi kebutuhan transformasi ekonomi dan pembangunan berkelanjutan, kualitas sumber daya manusia akan menjadi salah satu modal utama untuk menghadapi masa depan.
Membangun Kolaborasi, Bukan Sekadar Konfrontasi
Sebagai pimpinan DPRD, Dedy juga berada pada posisi strategis untuk menjaga hubungan antara legislatif dan eksekutif tetap produktif.
Dalam berbagai agenda pemerintahan, ia tampil bersama jajaran pemerintah daerah dan unsur Forkopimda. Dalam pembahasan RPJMD, misalnya, DPRD menempatkan fungsi pengawasan dan pengawalan kebijakan sebagai bagian dari upaya memastikan program pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.
Begitu pula dalam dukungan terhadap program TMMD di Kampung Labanan Makmur. Dedy menilai sinergi antara TNI, pemerintah daerah, legislatif dan masyarakat dapat mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan.
Artinya, politik pembangunan yang dibangun tidak harus selalu berada dalam posisi berhadap-hadapan. Kritik dan pengawasan tetap diperlukan, tetapi kolaborasi juga menjadi kunci ketika kepentingannya adalah masyarakat.
Dari Legislator ke Figur Strategis Berau
Selain menjabat Ketua DPRD, Dedy juga dipercaya memimpin DPD Partai NasDem Kabupaten Berau. Data KPU mencatat Dedy sebagai Ketua DPD NasDem Berau berdasarkan SK kepengurusan tertanggal 29 Juli 2025.
Dua posisi strategis tersebut membuat Dedy memiliki ruang yang cukup besar untuk memainkan peran dalam dinamika politik dan pembangunan Berau.
Namun, posisi strategis juga membawa tantangan. Masyarakat akan menilai bukan hanya dari seberapa sering seorang pemimpin tampil di ruang publik, tetapi dari seberapa jauh kebijakan yang dikawal memberikan manfaat nyata.
Karena itu, ukuran keberhasilan Dedy ke depan bukan sekadar mempertahankan citra sebagai politisi muda, melainkan bagaimana ia mampu membangun legislatif yang responsif, terbuka, kritis sekaligus solutif.
Pemimpin Muda Masa Depan Berau?
Pertanyaan tersebut mungkin masih terlalu dini untuk dijawab. Tetapi perjalanan Dedy Okto Nooryanto di panggung politik Berau menunjukkan bahwa ia telah berada pada posisi yang memungkinkan dirinya memainkan peran lebih besar dalam menentukan arah daerah.
Lahir dan tumbuh di Berau, memahami dinamika politik lokal, dipercaya memimpin DPRD periode 2024–2029, serta kemudian dipercaya memimpin struktur partai di tingkat kabupaten, menjadi modal politik yang tidak kecil.
Di sisi lain, tantangan Berau ke depan juga semakin kompleks: ketergantungan terhadap sektor sumber daya alam, kebutuhan pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan pariwisata hingga tuntutan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan.
Di tengah tantangan tersebut, Berau membutuhkan generasi pemimpin yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi mampu mendengar, mengawal, menghubungkan kepentingan dan menghasilkan keputusan yang berdampak.
Dedy Okto Nooryanto kini berada pada fase penting perjalanan politiknya.
Apakah ia akan menjadi salah satu pemimpin masa depan Berau? Jawabannya tentu akan ditentukan oleh rekam jejaknya.
Sebab pada akhirnya, masa depan seorang pemimpin tidak dibangun oleh jabatan, popularitas atau slogan, melainkan oleh konsistensi, keberanian mengambil keputusan, integritas dan seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.
Dan perjalanan Dedy sebagai Ketua DPRD Berau masih panjang.
Berau sedang menunggu pembuktian itu (bp).













