Tanjung Redeb

Bupati Sri Juniarsih Mas Dorong PMI Berau Lebih Aktif Hadapi Karhutla Hingga Krisis Air Bersih

17
×

Bupati Sri Juniarsih Mas Dorong PMI Berau Lebih Aktif Hadapi Karhutla Hingga Krisis Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas (bp)


beraupedia.com Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Berau semakin aktif menjalankan misi kemanusiaan, khususnya dalam menghadapi berbagai persoalan yang tengah terjadi di daerah.

Hal tersebut disampaikan Sri Juniarsih saat menghadiri pelantikan Ketua PMI Kabupaten Berau periode 2026–2029 di Ruang Sangalaki, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, kondisi Berau saat ini membutuhkan kehadiran PMI yang lebih responsif. Salah satunya menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih.

Sri menyebut saat ini tercatat 276 titik panas di Kabupaten Berau. Sejumlah wilayah dengan sebaran titik panas tinggi di antaranya Kecamatan Pulau Derawan, Segah, Gunung Tabur, Sambaliung dan Teluk Bayur.

Karena itu, ia berharap PMI dapat ikut turun ke lapangan sesuai kapasitasnya, mulai dari penanganan bencana, pertolongan pertama hingga evakuasi korban.

“Di tengah kemarau yang cukup panjang ke depan, masyarakat banyak kekurangan sumber air bersih karena sungai-sungai banyak yang mengering. Saya harapkan teman-teman PMI bisa mengambil langkah cepat untuk memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan air bersih,” jelasnya.

PMI Diminta Rutin Gelar Donor Darah

Selain kebencanaan, Sri Juniarsih memberikan perhatian terhadap pelayanan darah. Ia meminta PMI tidak hanya menggelar donor darah pada momentum atau kegiatan tertentu, tetapi menjadikannya sebagai agenda rutin.

Menurutnya, donor darah minimal dilakukan satu kali setiap bulan untuk menjaga ketersediaan stok darah bagi pasien di rumah sakit.

“Tidak usah menunggu event-event tertentu. PMI bisa melaksanakan sebulan sekali secara rutin. Itu untuk menjaga stok darah yang ada di Kabupaten Berau,” tegasnya.

Ia juga meminta informasi mengenai ketersediaan dan jenis golongan darah diperbarui secara berkala.

Dengan informasi tersebut, rumah sakit dapat mengetahui kondisi stok secara cepat dan mengambil langkah ketika terdapat pasien yang membutuhkan transfusi.

Sri turut mendorong PMI membuat kegiatan donor darah dengan konsep yang lebih kreatif dan edukatif agar mampu menarik minat masyarakat.

“Silakan lakukan inovasi-inovasi yang kreatif supaya kegiatan tersebut bisa menghibur, tetapi juga menarik para pendonor sehingga ketersediaan darah tidak kosong,” ucapnya.

PMI Didorong Ikut Tekan Stunting

Sri juga melihat PMI memiliki ruang besar untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, termasuk membantu pemerintah menekan angka stunting.

Ia mendorong PMI berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan, Posyandu dan fasilitas kesehatan untuk memberikan edukasi mengenai pola asuh serta pemenuhan gizi anak.

Sri menyoroti pentingnya konsumsi ikan bagi anak-anak, terutama di wilayah yang sebagian masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan.

“Kadang-kadang orang di kampung itu rata-rata nelayan, tetapi anak-anak mereka justru mengalami stunting. Padahal orang tuanya nelayan,” tuturnya.

Menurutnya, PMI dapat mengambil peran dalam mengubah pola pikir masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan disesuaikan dengan karakter masing-masing wilayah.

Persoalan stunting, lanjutnya, tidak dapat diselesaikan oleh satu organisasi saja. Diperlukan kolaborasi lintas sektor agar anak-anak Berau dapat tumbuh sehat sebagai generasi penerus daerah.

Sri menegaskan PMI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan berbagai program kemanusiaan dan kesehatan masyarakat.

Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang humanis, terutama ketika menjalankan kegiatan di kampung-kampung.

“Pendekatan kepada masyarakat adalah cara yang dibenarkan untuk mengubah pola pikir masyarakat. Komunikasi kita harus humanis,” katanya.

Di akhir sambutannya, Sri mengajak seluruh jajaran PMI menjaga semangat kerelawanan, solidaritas dan keikhlasan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Ini adalah kegiatan kemanusiaan. Semuanya akan bernilai pahala ketika rekan-rekan dapat melaksanakannya dengan penuh keikhlasan,” pungkasnya (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *