Berau

BUMK Kampung Dumaring Panen Raya Semangka Capai 20 Ton

18
×

BUMK Kampung Dumaring Panen Raya Semangka Capai 20 Ton

Sebarkan artikel ini

“BUMK ini mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar sekaligus memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif. Banyak potensi lokal yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian kampung,” tandas M Said

BERAUPEDIA.COM – Sekretaris Kabupaten Berau, M Said, menghadiri panen raya semangka yang digelar Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Amparan Tikar Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program ketahanan pangan kampung yang dinilai mampu membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

Panen raya semangka dilakukan di lahan seluas 1,5 hektare dengan hasil mencapai sekitar 20 ton. Selain budidaya semangka, BUMK Amparan Tikar juga mengembangkan komoditas jagung di lahan seluas 2 hektare yang saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Ketua BUMK Amparan Tikar Dumaring, Muhammad, mengatakan pengembangan usaha budidaya semangka menjadi salah satu unit usaha yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan desa.

Menurutnya, seluruh proses mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga panen melibatkan masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah hasil panen cukup baik dan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan ke depan. Selain meningkatkan ketahanan pangan, usaha ini juga membuka lapangan kerja dan mendorong peningkatan pendapatan masyarakat maupun desa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut bersumber dari Dana Desa APBN yang dialokasikan sebesar 20 persen dari pagu dana desa.

Untuk pemasaran hasil panen, pihaknya juga telah memiliki penampung dengan harga jual semangka sekitar Rp9 ribu per kilogram.

Sementara itu, Kepala Kampung Dumaring, Salehuddin, menyebut pemerintah kampung terus menyalurkan penyertaan modal kepada BUMK guna mendukung berbagai unit usaha produktif. Selain semangka dan jagung, kampung tersebut juga memiliki potensi di sektor pertanian, perikanan dan jasa.

“Sebelumnya kami juga sudah melakukan panen perdana padi gunung. Jadi memang potensi kampung cukup besar untuk terus dikembangkan,” katanya.

Sekretaris Kabupaten Berau, M Said, mengapresiasi pengelolaan BUMK Amparan Tikar yang dinilai berhasil memanfaatkan penyertaan modal kampung secara produktif.

Ia menyebut total penyertaan modal yang diberikan mencapai Rp.200 juta dan sudah menunjukkan hasil yang baik.

Menurutnya, pengembangan usaha pertanian seperti ini menjadi solusi dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, terlebih di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini.

“BUMK ini mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar sekaligus memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif. Banyak potensi lokal yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian kampung,” tandas M Said (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *