Berau

Jelang Idhul Adha, Sumadi Minta Pengawasan Hewan Kurban Diperketat

23
×

Jelang Idhul Adha, Sumadi Minta Pengawasan Hewan Kurban Diperketat

Sebarkan artikel ini

“Pastinya akan beredar banyak hewan kurban. Untuk menjaga kesehatannya, dinas terkait harus melakukan pengawasan, termasuk memastikan kelengkapan sertifikat atau surat asal hewan,” kata Sumadi. 

 

BERAUPEDIA.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi meminta Pemerintah Kabupaten Berau perkuat pengawasan distribusi dan kesehatan hewan ternak, terutama yang berasal dari luar wilayah Kaltim.

Menurutnya, perlu ada antisipasi dini agar hewan yang berpotensi membawa penyakit tidak masuk ke Berau khususnya.

“Pastinya akan beredar banyak hewan kurban. Untuk menjaga kesehatannya, dinas terkait harus melakukan pengawasan, termasuk memastikan kelengkapan sertifikat atau surat asal hewan,” kata Sumadi. 

Pemeriksaan juga perlu mencakup aspek kesehatan hewan, seperti memastikan hewan bebas dari penyakit, termasuk cacing.

Menurutnya, langkah ini penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam berkurban. Kalau ditemukan hewan yang tidak layak, maka harus dilakukan tindakan tegas.

“Kalau tidak layak beredar, untuk apa dipotong kurban,” tegasnya.

Lapak penjualan hewan kurban yang kerap memanfaatkan lahan kosong juga jadi perhatian. Penggunaan lahan tersebut diperbolehkan selama ada izin dari pemilik lahan dan kesepakatan antara penjual dan pemilik lahan.

“Selama pemilik lahan mengizinkan, silakan saja. Itu kan kesepakatan antara kedua belah pihak,” ucap Sumadi. 

Ia menekankan pentingnya penataan lokasi lapak agar tidak mengganggu ketertiban dan estetika kota.  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) biasanya berperan dalam mengarahkan penempatan lapak agar tidak berada di tepi jalan.

“Biasanya Satpol PP hadir untuk mengarahkan, misalnya agar lokasi penjualan tidak di pinggir jalan, juga mempertimbangkan faktor kebersihan dan aroma,” tambahnya.

Keberadaan lapak umumnya tetap diketahui oleh pihak lingkungan setempat, seperti RT dan kelurahan, sebagai bagian dari pengawasan di tingkat lokal.

“Dengan pengawasan yang optimal, kami berharap pelaksanaan ibadah kurban di Balikpapan dapat berjalan lancar, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutup Sumadi (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *