Gunung Tabur

Sultan Gunung Tabur Hadiri Jumenengan PB XIV, Perkuat Silaturahmi Antar Kerajaan Nusantara

76
×

Sultan Gunung Tabur Hadiri Jumenengan PB XIV, Perkuat Silaturahmi Antar Kerajaan Nusantara

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com – Sultan Gunung Tabur PYM Adji Raden Muhammad Bakhrun bersama YM Permaisuri menghadiri undangan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dalam rangka Silaturahmi Dewan Kerajaan Majelis Adat Kerajaan Nusantara (DK-MAKN), Sabtu (5/9/2026) lalu.

Kehadiran Sultan Gunung Tabur beserta Permaisuri sekaligus menjadi bagian dari penghormatan terhadap rangkaian Upacara Adat Keraton Surakarta Hadiningrat dan Prosesi Jumenengan Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Pakubuwono XIV Hangabehi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Solo, Jawa Tengah.

Prosesi Jumenengan tersebut menjadi momentum penting dalam tradisi Keraton Kasunanan Surakarta. Jumenengan merupakan bagian dari tata adat dan pakem yang diwariskan secara turun-temurun sebagai rangkaian pengukuhan seorang raja.

Dalam prosesi tersebut, PB XIV Hangabehi keluar dari kawasan utama Keraton menuju Sitihinggil sebelum kemudian menuju Pagelaran.

Sang Raja diiringi para abdi dalem, kerabat keraton, perangkat upacara, serta rombongan yang membawa ampilan dalem, pusaka dan perangkat kesenian.

Setibanya di Sitihinggil, PB XIV Hangabehi mengucapkan ikrar sebagai penguasa baru Keraton Solo. Ikrar tersebut menjadi bagian penting dari prosesi pengukuhan sekaligus penegasan kesediaannya menjalankan kedudukan sebagai Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono Senopati ing Ngalogo Abdurrahman Sayidin Panatagama Kaping 14.

Prosesi juga diwarnai dengan sumpah yang menyebut nama Allah SWT serta penghormatan kepada para leluhur yang selama turun-temurun menjaga warisan Mataram Islam.

Bagi Sultan Gunung Tabur PYM Adji Raden Muhammad Bakhrun, kehadiran dalam kegiatan tersebut tidak sekadar memenuhi undangan, tetapi menjadi momentum mempererat hubungan antarkerajaan dan lembaga adat di Nusantara.

“Kehadiran kami di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi antarkerajaan dan lembaga adat di Nusantara,” ujar PYM Adji Raden Muhammad Bakhrun.

Menurutnya, hubungan antarkerajaan memiliki arti penting dalam menjaga keberlangsungan adat, budaya dan nilai-nilai warisan leluhur di tengah perkembangan zaman.

Ia menilai Prosesi Jumenengan SISKS Pakubuwono XIV Hangabehi merupakan momentum penting yang menunjukkan keberlangsungan tradisi Keraton Surakarta sekaligus penghormatan terhadap tata adat yang telah diwariskan lintas generasi.

“Kami menghormati seluruh tata cara dan pakem yang dijalankan dalam prosesi tersebut. Ini menunjukkan bahwa tradisi dan nilai-nilai leluhur masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat Nusantara,” katanya.

Sultan Gunung Tabur juga menekankan pentingnya membangun persaudaraan di antara kerajaan-kerajaan Nusantara.

Menurutnya, perbedaan wilayah maupun perjalanan sejarah tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bersama-sama menjaga warisan budaya dan jati diri bangsa.

“Sebagai bagian dari keluarga Kesultanan Gunung Tabur, kami melihat silaturahmi seperti ini sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan antarkerajaan Nusantara,” tuturnya.

Ia berharap komunikasi dan hubungan antarkerajaan serta lembaga adat semakin kuat sehingga warisan budaya Nusantara tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi tetap hidup dan dapat diteruskan kepada generasi mendatang.

“Warisan leluhur bukan hanya untuk dikenang, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama untuk dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *