
BERAUPEDIA.COM – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Berau mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau yang tidak menaikkan tarif pajak maupun retribusi daerah di tengah kondisi penyesuaian fiskal.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah yang tepat karena mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menciptakan iklim investasi yang tetap kondusif.
Apresiasi tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi PKS, Thamrin, saat membacakan pandangan akhir fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Berau.
Menurut Thamrin, keputusan Pemkab Berau untuk tidak menaikkan tarif pajak maupun retribusi menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat dan pelaku usaha yang saat ini masih menghadapi tantangan ekonomi.
“Menurut kami, langkah Pemkab Berau yang tidak menaikkan tarif pajak maupun retribusi daerah merupakan kebijakan yang tepat di tengah kondisi penyesuaian fiskal seperti saat ini,” ujarnya.
Fraksi PKS menilai kebijakan tersebut menjadi sinyal positif bagi dunia usaha karena dapat menjaga stabilitas ekonomi daerah tanpa menambah beban masyarakat maupun mengurangi daya saing investasi.
“Kami dari Fraksi PKS mengapresiasi langkah bijak Pemkab Berau yang tidak menaikkan tarif pajak maupun retribusi daerah demi menjaga daya beli masyarakat dan iklim investasi di tengah proyeksi penyesuaian fiskal,” lanjutnya.
Meski demikian, PKS mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak membuat pemerintah daerah berhenti mencari sumber-sumber pendapatan baru. Thamrin menegaskan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki potensi pendapatan harus lebih kreatif dan inovatif dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat.
Menurutnya, peningkatan PAD dapat dilakukan melalui optimalisasi aset daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, pemanfaatan potensi sektor pariwisata, serta pengembangan sektor-sektor produktif yang mampu memberikan nilai tambah bagi daerah.
Selain itu, Thamrin menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan hidup dan kebersihan sebagai bagian dari pembangunan daerah. Seiring berkembangnya kawasan perkotaan dan meningkatnya kunjungan wisatawan, persoalan kebersihan dan kelestarian lingkungan dinilai menjadi tantangan yang harus diantisipasi sejak dini.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan Kabupaten Berau sebagai destinasi wisata tidak hanya diukur dari keindahan alam yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga kebersihan kawasan wisata, ruang publik, serta kelestarian lingkungan.
“Dari pandangan kami, keberhasilan Berau sebagai destinasi wisata tidak hanya diukur dari keindahan alamnya, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga kebersihan kota, kawasan wisata, hingga kelestarian lingkungan,” tutup Thamrin.
Fraksi PKS berharap Pemerintah Kabupaten Berau terus menghadirkan berbagai inovasi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui optimalisasi potensi daerah, penguatan sektor pariwisata, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dengan demikian, pembangunan daerah dapat terus berjalan secara berkelanjutan tanpa menambah beban masyarakat maupun mengganggu iklim investasi (bp)













