Tanjung Redeb

Perjuangan Perumda Batiwakkal, Jaga Kualitas Air Bersih Di Tengah Tekanan Biaya Dan Tarif yang Belum Disesuaikan

29
×

Perjuangan Perumda Batiwakkal, Jaga Kualitas Air Bersih Di Tengah Tekanan Biaya Dan Tarif yang Belum Disesuaikan

Sebarkan artikel ini
Dirut Perumdam Batiwakkal Berau, Saipul Rahman (bp)


BERAUPEDIA.COM – Di balik lancarnya aliran air bersih yang setiap hari mengalir ke ribuan rumah warga Kabupaten Berau, tersimpan perjuangan panjang yang jarang diketahui publik.

Di tengah tarif pelanggan yang belum mengalami penyesuaian selama bertahun-tahun, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Batiwakkal harus bergelut dengan lonjakan biaya operasional yang terus meningkat.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, perusahaan milik daerah ini berkomitmen teguh tetap menjaga pelayanan air bersih yang layak dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Tekanan terhadap kondisi keuangan perusahaan kian terasa dari tahun ke tahun. Kenaikan tarif listrik, melonjaknya harga bahan kimia pengolahan air, biaya perawatan instalasi, pemeliharaan jaringan perpipaan, hingga berbagai pengeluaran operasional lain terus naik mengikuti laju inflasi.

Sebaliknya, pendapatan perusahaan belum mampu mengimbangi beban tersebut karena tarif air yang dibebankan kepada pelanggan masih bertahan pada angka lama.

Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, menegaskan kondisi ini menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi manajemen dalam mempertahankan standar pelayanan kepada masyarakat.

“Kualitas air bersih tidak bisa dikompromikan, meskipun perusahaan menghadapi tekanan anggaran yang semakin berat,” ujarnya.

Menurutnya, menjaga mutu air tetap menjadi prioritas utama perusahaan. Walaupun biaya produksi terus melonjak tajam, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh ikut menurun kualitasnya.

“Tantangan terbesar kami adalah bagaimana mempertahankan kualitas layanan yang baik dengan kemampuan keuangan yang sangat terbatas,” tambahnya.

Lakukan Efisiensi Ekstrem, Tunda Penambahan Tenaga Kerja

Untuk menjaga roda operasional tetap berjalan normal tanpa mengurangi kualitas pelayanan, Perumda Batiwakkal terpaksa mengambil langkah efisiensi yang sangat ketat di berbagai lini. S

alah satu kebijakan terberat yang harus diambil adalah menunda penambahan tenaga kerja baru, padahal kebutuhan akan sumber daya manusia terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pelanggan dan meluasnya jangkauan wilayah pelayanan.

“Kami belum bisa menambah pegawai karena benar-benar harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan perusahaan saat ini. Kami lebih memilih berhemat dan melakukan efisiensi agar pelayanan tetap berjalan lancar dan kualitas air tetap terjaga sesuai standar,” jelas Saipul.

Dalam kesempatan itu, ia juga meluruskan pandangan sebagian masyarakat yang selama ini menganggap tarif air yang dibayarkan hanya sebatas biaya penggunaan air mentah.

Padahal, menghasilkan air bersih yang layak dikonsumsi dan memenuhi standar kesehatan membutuhkan proses panjang dengan biaya tidak sedikit: mulai dari pengambilan air baku, pengolahan dengan bahan kimia sesuai takaran standar, pengujian kualitas secara berkala, distribusi melalui jaringan perpipaan, hingga pemeliharaan instalasi dan perbaikan kebocoran di lapangan.

“Air bersih bukan sekadar kebutuhan harian, melainkan investasi penting bagi kesehatan masyarakat. Ini berperan besar dalam mencegah penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan kualitas sanitasi rumah tangga, hingga mendukung upaya pemerintah daerah menurunkan angka stunting di Berau,” tegasnya.

Pihaknya berusaha sekuat tenaga agar warga tidak perlu mengeluarkan biaya jauh lebih mahal untuk membeli air dari luar jaringan yang keamanan dan kualitasnya belum tentu terjamin.

“Kami berjuang semaksimal mungkin agar air bersih terus mengalir ke rumah-rumah pelanggan dengan kualitas terbaik,” tambahnya.

Harap Penyesuaian Tarif Segera Demi Keberlanjutan Layanan

Di akhir pernyataannya, Saipul Rahman berharap masyarakat dapat lebih memahami berbagai tantangan berat yang sedang dihadapi perusahaan.

Di sisi lain, ia juga meminta dukungan pemerintah daerah untuk segera merealisasikan penyesuaian tarif air minum yang dinilai sudah sangat mendesak, guna mengembalikan kesehatan keuangan Perumda Batiwakkal.

Keseimbangan antara besaran biaya operasional dan pendapatan menjadi kunci utama keberlanjutan pelayanan air bersih di Bumi Batiwakkal.

Dengan kondisi keuangan yang lebih sehat, perusahaan tidak hanya mampu mempertahankan kualitas layanan yang ada, tetapi juga bisa meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan ke wilayah yang belum terjangkau, memperkuat infrastruktur, serta mengembangkan kompetensi tenaga kerja.

“Kami berharap penyesuaian tarif segera direalisasikan agar pemasukan dan pengeluaran perusahaan bisa seimbang. Dengan begitu, kami bisa terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan seluruh warga Berau tetap memperoleh hak dasarnya atas air bersih yang aman, layak, dan berkualitas untuk jangka panjang,” pungkas Saipul Rahman (bp). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *