Tanjung Redeb

Penduduk Berau Bertambah 2.000–3.000 Orang Per Semester, Disdukcapil: Bisa Capai 6.000–7.000 Setahun

11
×

Penduduk Berau Bertambah 2.000–3.000 Orang Per Semester, Disdukcapil: Bisa Capai 6.000–7.000 Setahun

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Berau terbilang cukup masif. Dalam satu semester, jumlah penduduk baru yang tercatat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Berau mencapai sekitar 2.000 hingga 3.000 orang.

Kepala Disdukcapil Berau, David Pamudji, mengatakan pertambahan tersebut masih berada pada tren yang relatif konstan berdasarkan data semester I 2026.

“Pertambahan penduduknya memang masih konstan ya, dalam arti per semester itu berkisar antara 2.000 sampai 3.000. Nah berarti kalau satu tahun kisarannya bisa 6.000–7.000,” terang David.

Menurutnya, jumlah tersebut bahkan berpotensi meningkat menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pendataan penduduk biasanya mengalami peningkatan cukup signifikan ketika mendekati masa pencoblosan.

“Kalau dibilang kenaikannya masih cukup tinggi sebenarnya kalau dibandingkan beberapa kabupaten lain di Kaltim,” tambahnya.

Meski demikian, David menyebut pertumbuhan penduduk Berau masih berada di bawah kota besar seperti Balikpapan dan Samarinda.

Perbedaan tersebut tidak terlepas dari karakteristik wilayah dan jumlah penduduk masing-masing daerah.

Namun, jika dibandingkan dengan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Kutai Kartanegara (Kukar), pertumbuhan penduduk Berau dinilai cukup tinggi.

Salah satu faktor yang mendorong pertambahan penduduk tersebut adalah peluang kerja yang tersedia di Berau.

Sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit menjadi lapangan pekerjaan yang banyak menarik tenaga kerja dari luar daerah.

“Tapi kalau dengan Kutim dan Kukar, kita termasuk cukup tinggi pertambahan penduduknya. Karena memang di Berau ini banyak potensi pekerjaan seperti tambang dan sawit yang menyedot pegawai dari luar Berau,” tutup David.

Pertumbuhan penduduk tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan.

Bertambahnya jumlah penduduk turut meningkatkan kebutuhan terhadap pelayanan administrasi kependudukan, infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga lapangan pekerjaan (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *