Sambaliung

Pemkab Siapkan 200 Ribu Bibit Kakao Untuk Perluasan 200 Hektare

30
×

Pemkab Siapkan 200 Ribu Bibit Kakao Untuk Perluasan 200 Hektare

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat pengembangan komoditas kakao sebagai salah satu sektor perkebunan yang memiliki prospek ekonomi menjanjikan.

Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan bibit unggul, perluasan areal tanam hingga pendampingan kepada petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan.

Tahun ini, Pemkab Berau menyiapkan sebanyak 200 ribu bibit kakao yang akan disalurkan kepada delapan kelompok tani di enam kampung sentra kakao. Bantuan tersebut diproyeksikan untuk mendukung pengembangan perkebunan kakao pada lahan seluas 200 hektare.

Kesiapan bibit tersebut ditinjau langsung Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, di lokasi persemaian UPT Pertanian Kecamatan Sambaliung, Sabtu (3/10/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kualitas serta kesiapan bibit sebelum didistribusikan kepada kelompok tani.

Sri Juniarsih mengatakan, bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan Pemkab Berau kepada Kementerian Pertanian. Usulan itu disampaikan saat dirinya bertemu Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam forum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

“Ini upaya kami yang langsung mengusulkan kepada Kementerian Pertanian dan alhamdulillah bantuan untuk 200 hektare ini telah siap disalurkan,” ungkap Sri Juniarsih.

Menurutnya, kakao menjadi salah satu komoditas perkebunan yang terus didorong pengembangannya karena kondisi lahan di Kabupaten Berau dinilai cocok untuk budidaya tanaman tersebut. Bahkan, hasil kakao dari Bumi Batiwakkal telah memiliki pasar hingga ke luar negeri.

Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada penambahan luas areal perkebunan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas produksi agar kakao Berau semakin berdaya saing di pasar nasional maupun internasional.

“Berau dengan kultur tanahnya sangat cocok untuk budidaya kakao. Tentu kita ingin produksi cokelat dari Berau semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan nasional maupun internasional,” jelasnya.

Sri Juniarsih berharap bantuan bibit tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok tani. Pengembangan kakao secara berkelanjutan diharapkan mampu membuka peluang peningkatan pendapatan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di kawasan sentra perkebunan.

Pemkab Berau juga memastikan pendampingan melalui perangkat daerah terkait dan tenaga penyuluh tetap dilakukan.

Selain itu, pemerintah akan mengupayakan dukungan lanjutan berupa bantuan pupuk dan tambahan bibit untuk memperluas areal tanam.

“Kita akan terus memberikan pendampingan, termasuk mengusulkan bantuan pupuk dan tambahan bibit untuk perluasan areal tanam,” tandasnya (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *