Sambaliung

HUT Ke-81 RI Di PT Kertas Nusantara, Sultan Gunung Tabur Dan Sultan Sambaliung Tekankan Pentingnya Menjaga Adat Dan Alam

22
×

HUT Ke-81 RI Di PT Kertas Nusantara, Sultan Gunung Tabur Dan Sultan Sambaliung Tekankan Pentingnya Menjaga Adat Dan Alam

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan PT Kertas Nusantara, Senin (17/8/2026), berlangsung penuh makna.

Upacara tersebut turut dihadiri para pemangku adat dari Kerajaan Berau yang menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga nilai budaya dan kearifan lokal di tengah kembali bergeraknya aktivitas perusahaan.

PYM Adji Raden Muhammad Bakhrun selaku Sultan Gunung Tabur dan PYM Datu Amir MA selaku Sultan Sambaliung atau Sultan Muda Perkasa hadir berdampingan dengan jajaran manajemen PT Kertas Nusantara serta para kontraktor yang bekerja sama dengan perusahaan.

Kehadiran kedua Sultan tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan. Mereka juga menyampaikan pesan adat sekaligus memberikan edukasi mengenai kearifan lokal yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Berau.

Dalam kesempatan tersebut, para pemangku adat mengingatkan bahwa setiap aktivitas yang dilakukan di tanah Berau perlu tetap memperhatikan nilai-nilai budaya dan adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun.

Sultan Gunung Tabur PYM Adji Raden Muhammad Bakhrun, menegaskan bahwa makna kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan kebebasan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mempertahankan identitas dan nilai-nilai yang menjadi jati dirinya.

“Kemerdekaan juga berarti merdeka menjaga identitas diri. Bekerja dan berusaha di tanah Berau harus selaras dengan kearifan lokal. Alam dan masyarakat di sini sudah punya aturan main sendiri sejak lama — yang baik kita pelihara, yang melindungi kita ikuti,” ujar Sultan Gunung Tabur.

Pesan tersebut dinilai relevan dengan kembali beroperasinya aktivitas industri di Berau. Kehadiran perusahaan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan nilai sosial dan budaya masyarakat setempat.

Sementara itu, Sultan Sambaliung PYM Datu Amir MA menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kepentingan usaha, kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan dan kegiatan ekonomi harus memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Pemanfaatan sumber daya tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat di masa mendatang.

“Adat mengajarkan kita untuk tidak hanya mengambil, tapi juga mengembalikan. Keseimbangan inilah yang menjadi kunci agar pembangunan membawa manfaat jangka panjang, bukan hanya untung sesaat lalu merusak yang ditinggalkan,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas usaha memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Keberadaan perusahaan di tengah masyarakat diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Pihak perusahaan dan para kontraktor menyambut baik kehadiran serta arahan yang disampaikan kedua Sultan.

Kehadiran pemangku adat dinilai menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara dunia usaha dengan masyarakat dan pemangku kepentingan adat.

Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kerja sama antara perusahaan, kontraktor dan masyarakat diharapkan tidak hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi, tetapi juga mampu menghargai serta melestarikan jati diri masyarakat Berau.

Dengan demikian, kembali bergeraknya aktivitas industri dapat berjalan seiring dengan semangat menjaga adat, budaya dan lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan Kabupaten Berau (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *