Tanjung Redeb

Desa Prima Dorong Perempuan Berau Kembangkan Keterampilan Jadi Sumber Penghasilan

66
×

Desa Prima Dorong Perempuan Berau Kembangkan Keterampilan Jadi Sumber Penghasilan

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong pemberdayaan perempuan di tingkat kampung melalui program Desa Prima.

Program ini diarahkan untuk membuka ruang bagi perempuan mengembangkan keterampilan dan potensi lokal menjadi kegiatan ekonomi yang mampu memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga.

Pelaksana Tugas (Plt) DPPKBP3A Berau Warji melalui Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan, Mardiah, mengatakan Desa Prima menjadi salah satu wadah bagi perempuan untuk mengembangkan potensi yang ada di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, setiap kampung memiliki kekayaan bahan baku maupun keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Karena itu, kelompok perempuan tidak hanya didorong mampu menghasilkan produk, tetapi juga memahami pengemasan dan pengelolaan usaha agar memiliki daya saing.

“Potensi yang ada di kampung harus bisa diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah. Perempuan kita perlu diberikan ruang untuk berkarya sekaligus mengembangkan kemampuan usahanya,” ujarnya.

Pendampingan dilakukan secara bertahap, tidak hanya dalam aspek produksi, tetapi juga pengelolaan usaha, pencatatan keuangan hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pemasaran.

Transformasi digital menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan kelompok Desa Prima. Produk yang sebelumnya hanya dipasarkan di lingkungan sekitar diharapkan dapat menjangkau konsumen yang lebih luas melalui pemasaran daring maupun platform e-commerce.

Untuk memperkuat pendampingan, pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan organisasi perangkat daerah lainnya.

Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar kelompok perempuan dapat memperoleh dukungan dalam menghadapi berbagai persoalan, mulai dari produksi, pemasaran hingga pengembangan usaha.

Saat ini, kelompok Desa Prima telah tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Berau. Di antaranya Bunda-Bunda Kreatif (BBK) di Tanjung Redeb, kelompok Desa Prima Basuli di Sambaliung serta kelompok di Maluang, Gunung Tabur.

Kelompok perempuan juga berkembang di Lebanan Jaya, Bukit Makmur Kecamatan Segah, Sido Bangen Kecamatan Kelay, Tanjung Batu Kecamatan Pulau Derawan, Manunggal Jaya Kecamatan Biatan, Biduk-Biduk hingga Teluk Harapan Kecamatan Maratua.

Keberadaan kelompok tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan dapat dimulai dari potensi sederhana yang tersedia di tingkat kampung. Bahan lokal, kreativitas dan keterampilan yang dikelola secara bersama berpeluang dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru.

Namun, Mardiah mengakui tidak seluruh kelompok yang pernah terbentuk masih berjalan aktif.

Meski demikian, kelompok yang mampu bertahan mulai menunjukkan perkembangan menuju kemandirian dan pengelolaan kegiatan secara berkelanjutan.

“Yang kita harapkan bukan hanya kelompoknya aktif, tetapi anggotanya juga semakin mandiri dan mampu mempertahankan usaha yang sudah dibangun,” katanya.

Bagi pemerintah daerah, penguatan kapasitas perempuan menjadi bagian penting dalam pembangunan kampung.

Ketika perempuan memiliki keterampilan dan kemampuan ekonomi, manfaatnya tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga dapat memberikan dampak terhadap ketahanan ekonomi keluarga.

Melalui Desa Prima, perempuan di Kabupaten Berau terus didorong untuk mengubah kreativitas menjadi peluang ekonomi.

Dari tingkat kampung, mereka diharapkan mampu menghasilkan produk, membangun usaha dan mengambil peran dalam menggerakkan perekonomian daerah (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *