Tanjung Redeb

Meski Tarif Air Tak Naik Sejak 2011, Perumda Batiwakkal Tetap Setor Dividen Rp.429 Juta Ke Pemkab Berau

11
×

Meski Tarif Air Tak Naik Sejak 2011, Perumda Batiwakkal Tetap Setor Dividen Rp.429 Juta Ke Pemkab Berau

Sebarkan artikel ini


BERAUPEDIA.COM – Meski masih menghadapi tantangan finansial akibat tarif air yang belum mengalami penyesuaian sejak 2011, Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau tetap mampu mencatatkan kinerja positif.

Perusahaan milik daerah tersebut menyerahkan dividen Tahun Buku 2025 sebesar Rp429.364.100 kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau sebagai bentuk kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penyerahan dividen dilakukan pada Selasa (28/7/2026), sekaligus menjadi bukti komitmen Perumda Batiwakkal dalam menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih bagi masyarakat di tengah berbagai tantangan operasional.

Direktur Perumda Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pelayanan publik dan pengelolaan keuangan yang sehat.

Menurutnya, dividen yang diserahkan bukan sekadar kewajiban perusahaan kepada pemerintah daerah sebagai pemilik modal, tetapi juga bentuk akuntabilitas atas penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan efisiensi dalam pengelolaan usaha.

“Di tengah berbagai tantangan yang ada, kami tetap berupaya memberikan kontribusi kepada daerah. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran Perumda Batiwakkal dalam menjaga pelayanan sekaligus mengelola perusahaan secara efektif,” ujarnya.

Saipul mengungkapkan, hingga saat ini kondisi keuangan perusahaan masih belum mencapai Full Cost Recovery (FCR), yakni kondisi ketika pendapatan dari tarif air mampu menutup seluruh biaya operasional, pemeliharaan, dan pengembangan layanan.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tarif air yang masih mengacu pada ketetapan tahun 2011, sementara biaya operasional terus mengalami kenaikan.

Peningkatan biaya tersebut meliputi kebutuhan listrik, bahan kimia pengolahan air, pemeliharaan instalasi, pengadaan suku cadang, hingga berbagai kebutuhan operasional lainnya.

Meski demikian, kata Saipul, kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Berbagai langkah efisiensi terus dilakukan melalui pengendalian biaya operasional, peningkatan produktivitas pegawai, serta optimalisasi pemanfaatan aset perusahaan.

Ia menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Karena itu, Perumda Batiwakkal terus berupaya menjaga keseimbangan antara kesehatan keuangan perusahaan dan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

“Kami ingin perusahaan tetap sehat, pelayanan kepada masyarakat terus meningkat, dan pada saat yang sama tetap mampu memberikan kontribusi kepada Pemerintah Kabupaten Berau melalui dividen,” katanya.

Saipul juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Berau yang selama ini terus mendorong penguatan kinerja perusahaan daerah.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan kontribusi kepada daerah tidak terlepas dari sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan seluruh insan Perumda Batiwakkal.

“Dividen yang diserahkan diharapkan dapat menambah Pendapatan Asli Daerah dan mendukung pembiayaan berbagai program pembangunan yang manfaatnya kembali dirasakan masyarakat,” tuturnya.

Ke depan, Perumda Air Minum Batiwakkal akan terus melanjutkan transformasi perusahaan melalui peningkatan cakupan pelayanan, pengembangan sistem digital, peningkatan efisiensi operasional, serta penguatan tata kelola perusahaan.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperbaiki kondisi keuangan perusahaan secara bertahap hingga mencapai Full Cost Recovery, sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Berau.

“Sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Berau,” pungkasnya (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *