Tanjung Redeb

Karhutla Ancam Perkebunan Berau, DPRD Minta Warga Tak Asal Bakar Lahan

47
×

Karhutla Ancam Perkebunan Berau, DPRD Minta Warga Tak Asal Bakar Lahan

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau semakin meningkat di tengah kondisi cuaca panas dan kering. Sejumlah titik kebakaran bahkan dilaporkan muncul di kawasan perkebunan masyarakat.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak menggunakan api untuk membersihkan maupun membuka lahan, terutama selama kemarau panjang.

“Cuaca lagi tidak baik-baik saja. Yang banyak terbakar itu kebun-kebun. Ada beberapa hal, memang ada informasi, kadang-kadang api menyala sendiri, tidak tahu api dari mana,” kata Sumadi.

Menurutnya, kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan. Karena itu, petani diminta tidak membakar sisa tanaman atau lahan.

Masyarakat juga diingatkan berhati-hati terhadap sumber api sekecil apa pun, termasuk puntung rokok yang dibuang sembarangan, khususnya di kawasan perkebunan kelapa sawit.

“Kami berharap petani untuk tidak membakar lahannya di saat kemarau panjang seperti ini. Dalam membuang puntung rokok juga harus hati-hati, terutama di kebun sawit. Jangan sampai kelalaian jadi musibah bagi kita semua,” ujarnya.

Sumadi menilai kebakaran di kawasan perkebunan tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian ekonomi.

Tanaman kelapa sawit yang terbakar, kata dia, bisa mengalami stres dan membutuhkan waktu lama untuk kembali produktif.

“Sawit yang terbakar itu akan mengakibatkan stres dan pemulihannya sangat lama. Ini juga merugikan,” jelasnya.

Ia menegaskan, pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan aparat keamanan.

Masyarakat juga memiliki peran penting dengan memastikan tidak ada sumber api yang dapat memicu kebakaran.

“Kita juga tidak bisa berharap pemadaman dari Damkar dan aparat saja, tapi itu tanggung jawab kita semua,” katanya.

Selain mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, Sumadi meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pihak yang terbukti sengaja membakar hutan atau lahan.

“Kalau memang ada yang sengaja membakar untuk kepentingan pribadi dan kelompok, aparat harus tegas tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Menurut Sumadi, pencegahan harus menjadi langkah utama. Masyarakat diminta tidak bermain-main dengan api, sementara aparat diharapkan menindak tegas setiap pembakaran yang dilakukan secara sengaja (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *