Berau

Festival Budaya Bekudung Betiung, Wadah Lestarikan dan Angkat Martabat Budaya Lokal Dayak Gaai Berau

25
×

Festival Budaya Bekudung Betiung, Wadah Lestarikan dan Angkat Martabat Budaya Lokal Dayak Gaai Berau

Sebarkan artikel ini

Beraupedia.com – Kekayaan warisan leluhur kembali ditampilkan dengan megah melalui pelaksanaan Festival Budaya Bekudung Betiung di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, 24-30 Juni 2026.

Ajang ini bukan sekadar perayaan adat, melainkan langkah nyata untuk mengangkat, melestarikan, dan memperkenalkan identitas budaya asli Suku Dayak Gaai kepada masyarakat luas serta dunia luar.

Festival yang menggabungkan dua tradisi sakral ini memiliki makna filosofis yang mendalam bagi kehidupan masyarakat setempat.

Bekudung atau Nae Plie Ngatam merupakan wujud rasa syukur seluruh warga atas kelimpahan hasil bumi dan keselamatan yang diberikan Sang Pencipta selama masa tanam hingga panen.

Baca Juga : Disbudpar Berau Optimalkan Potensi Festival Bekudung Betiung Menuju Panggung KEN

Sementara itu, Betiung atau Lamko adalah prosesi pendewasaan bagi anak laki-laki yang menandai kesiapan mereka memikul tanggung jawab dan peran penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Rangkaian kegiatan yang digelar dalam festival ini memadukan kesakralan adat dengan keragaman seni dan budaya lokal.

Masyarakat dapat menyaksikan prosesi adat yang penuh khidmat, pertunjukan tarian tradisional, atraksi khas seperti Panjat Piruai dan Seksiang, hingga pameran kerajinan tangan serta kuliner khas hasil karya warga setempat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Yudha Budisantosa menyambut baik terselenggaranya ajang ini.

Menurutnya, Bekudung Betiung adalah aset tak ternilai yang harus terus dijaga dan didorong agar semakin dikenal.

“Budaya lokal adalah jati diri kita. Melalui festival ini, kita tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga mengangkatnya menjadi daya tarik yang mampu mendongkrak pariwisata dan ekonomi warga di sekitar lokasi,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Berau di bawah kepemimpinan Bupati Hj. Sri Juniarsih Mas dan Wakil Bupati H. Gamalis terus berkomitmen memberikan dukungan penuh, baik melalui optimalisasi anggaran maupun pendampingan, agar tradisi ini tetap hidup dan berkembang.

Dukungan ini diharapkan dapat menjamin kelestarian nilai-nilai adat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku seni, pengrajin, dan UMKM lokal.

Warga Kampung Tumbit Dayak menyambut antusias pelaksanaan festival ini. Mereka berharap ajang ini dapat menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan sekaligus membuktikan bahwa budaya lokal tetap relevan dan mampu bersanding dengan perkembangan zaman.

“Kami ingin anak cucu kami tetap mengenal dan mencintai budaya sendiri. Semoga Bekudung Betiung semakin besar, semakin dikenal banyak orang, dan membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Berau,” ujar salah satu tokoh adat setempat.

Melalui Festival Budaya Bekudung Betiung, warisan leluhur tidak hanya tetap terjaga, melainkan semakin tegak berdiri, dihargai, dan menjadi kebanggaan bersama bagi seluruh masyarakat Kabupaten Berau (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *