
BERAUPEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten Berau menyatakan komitmen kuat untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai sejarah serta budaya dari dua kesultanan bersejarah di wilayahnya, yaitu Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas, menjelaskan bahwa kedua kesultanan tersebut bukan sekadar catatan sejarah semata, melainkan identitas asli, akar peradaban, dan fondasi terbentuknya Kabupaten Berau.
Sejak berabad-abad lalu, Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur telah memainkan peran penting dalam menjaga kedaulatan wilayah, mengatur kehidupan sosial masyarakat, serta melahirkan nilai-nilai luhur yang masih terasa manfaatnya hingga saat ini.
“Kesultanan Sambaliung dan Gunung Tabur adalah warisan tak ternilai yang harus dijaga bersama. Keberadaannya menjadi bukti bahwa Berau memiliki sejarah panjang yang gemilang. Melestarikannya adalah tugas kita semua agar tidak hilang ditelan zaman, dan bisa diwariskan kepada generasi mendatang,” tegas Bupati.
Dalam komitmennya, Pemerintah Daerah berencana menyusun program kerja terpadu, meliputi pendokumentasian sejarah secara akurat, pemugaran dan pemeliharaan situs-situs bersejarah seperti kompleks keraton, makam raja-raja, serta benda pusaka.
Selain itu, nilai-nilai adat, tradisi, dan seni budaya yang berkembang di masa kedua kesultanan tersebut juga akan dimasukkan ke dalam materi pembelajaran serta kegiatan kebudayaan daerah.
“Pelestarian sejarah dan budaya adalah tanggung jawab bersama. Nilai-nilai dari leluhur harus terus diwariskan ke generasi muda agar jati diri kita tidak hilang,” tuturnya.
Bupati juga menekankan bahwa pelestarian ini tidak hanya bertujuan untuk menjaga warisan budaya, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai potensi pariwisata budaya yang bernilai ekonomi.
Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkenalkan identitas Berau ke tingkat nasional maupun internasional.
“Jika dikelola dengan baik, warisan budaya ini bisa menjadi daya tarik tersendiri. Kita ingin agar pengunjung yang datang ke Berau tidak hanya melihat keindahan alamnya, tetapi juga memahami kekayaan sejarah dan budayanya yang luar biasa,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan dari lembaga adat menyambut baik langkah tersebut. Mereka berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dapat memperlancar berbagai upaya pelestarian, sehingga keberadaan Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur tetap terjaga keasliannya dan terus dihormati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Melalui sinergi kuat antara Pemkab Berau, Pemprov Kaltim, pihak kesultanan, dan masyarakat, Sri optimis seni, tradisi, dan kearifan lokal Berau akan terus berkembang tanpa kehilangan arah.
“Langkah ini diharapkan mampu mengukuhkan posisi Berau sebagai destinasi wisata sejarah unggulan yang diakui dunia,” pungkasnya (bp).













