Tanjung Redeb

Bupati Berau: Pendidikan Tinggi Tak Ada Artinya Tanpa Karakter, Pramuka Harus Jadi Motor Pembentukan Generasi Berintegritas

8
×

Bupati Berau: Pendidikan Tinggi Tak Ada Artinya Tanpa Karakter, Pramuka Harus Jadi Motor Pembentukan Generasi Berintegritas

Sebarkan artikel ini


BERAUPEDIA.COM – Bupati Berau, Hj. Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari tingginya jenjang pendidikan akademis, tetapi juga dari kualitas karakter dan akhlak yang dimiliki.

Pesan tersebut disampaikannya saat melantik jajaran Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Berau, Selasa (04/08/2026).

Dalam sambutannya, Sri Juniarsih Mas mengingatkan bahwa gelar akademik setinggi apa pun, bahkan hingga jenjang doktor, tidak akan memberikan manfaat yang berarti apabila tidak dibarengi dengan karakter yang kuat, integritas, dan kepribadian yang luhur.

“Setinggi apa pun pendidikan akademis yang kita miliki, ketika kita tidak memiliki karakter yang baik, maka itu akan sia-sia,” tegasnya.

Menurutnya, pendidikan karakter menjadi fondasi utama dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, organisasi nonformal seperti Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

Sri Juniarsih menjelaskan bahwa aktivitas kepramukaan memberikan ruang bagi anggotanya untuk belajar langsung di lapangan, berinteraksi dengan berbagai karakter manusia, serta mengasah kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, dan pengendalian diri.

“Semakin tinggi pendidikan akademis yang kita miliki, seharusnya semakin luhur pribadi kita. Di Pramuka, kita banyak bersentuhan di lapangan dan bertemu berbagai karakter manusia. Di situlah kedewasaan kita diuji,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keseimbangan tiga jenis kecerdasan yang harus dimiliki setiap anggota Pramuka, yakni kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan intelektual.

Menurutnya, kecerdasan intelektual saja tidak cukup apabila tidak disertai kemampuan mengelola emosi dan nilai-nilai spiritual yang menjadi landasan dalam mengambil keputusan maupun menjalankan tanggung jawab.

“Ada tiga kecerdasan yang harus kita miliki, yaitu kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan intelektual. Ketika kita punya kecerdasan intelektual tapi tidak punya kecerdasan emosi dan spiritual, semua akan sia-sia. Namun, jika kita memiliki kecerdasan spiritual, maka kecerdasan emosi dan akademis akan mengikuti,” jelasnya.

Selain menekankan pentingnya pembentukan karakter, Bupati Berau juga memberikan tantangan kepada pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Berau yang baru dilantik agar menghadirkan program-program yang inovatif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Ia berharap Gerakan Pramuka tidak hanya menjadi wadah pembinaan generasi muda, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah.

Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah mengambil peran aktif dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Berau melalui kegiatan-kegiatan kepramukaan yang produktif, edukatif, dan berbasis potensi lokal.

Dengan semangat kepemimpinan yang baru, Sri Juniarsih berharap Kwarcab Gerakan Pramuka Berau mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, serta siap menjadi agen perubahan dalam mewujudkan Kabupaten Berau yang semakin maju, unggul, dan berdaya saing (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *