Berau

Bersiap Hadapi El Nino, DTPHP Berau Evaluasi Ketersediaan Air Irigasi

26
×

Bersiap Hadapi El Nino, DTPHP Berau Evaluasi Ketersediaan Air Irigasi

Sebarkan artikel ini

“Untuk mengantisipasi kemarau panjang tahun ini, kami diminta melakukan evaluasi ketersediaan sumber air untuk irigasi agar tidak terjadi gagal panen,” sebut Lita Handini

| EDITOR : beraupedia.com

BERAUPEDIA.COM – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau mengingatkan ancaman cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu dan mendorong semua pihak memperkuat langkah mitigasi, termasuk di sektor pertanian.

Potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung mulai Mei hingga November 2026 juga dapat menerjang Kabupaten Berau.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam merancang kebijakan antisipatif menghadapi perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, sepanjang 2025 tercatat sembilan kecamatan terdampak bencana banjir yakni Kelay, Pulau Derawan, Sambaliung, Tanjung Redeb, Gunung Tabur, Segah, Teluk Bayur, Batu Putih dan Biatan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau Lita Handini mengatakan, mereka sudah melakukan berbagai langkah mitigasi untuk mencegah dampak El Nino, khususnya terhadap produksi padi.

“Untuk mengantisipasi kemarau panjang tahun ini, kami diminta melakukan evaluasi ketersediaan sumber air untuk irigasi agar tidak terjadi gagal panen,” sebut Lita Handini.

Pemerintah Kabupaten Berau juga telah mengajukan sejumlah usulan bantuan kepada Kementerian Pertanian RI, meliputi pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, embung, dam parit, hingga pemeliharaan jaringan irigasi.

Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi mitigasi kekeringan lahan yang digelar Kementerian Pertanian di Jakarta pada Senin (20/4/2026) kemarin.

Dalam forum tersebut, pemerintah daerah diminta berkomitmen mendukung program swasembada pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintah pusat.

“Upaya swasembada pangan yang digaungkan presiden harus didukung seluruh kepala daerah,” katanya.

Meski ancaman cuaca ekstrem mengintai, Lita memastikan kondisi pertanian di Berau sepanjang 2025 relatif aman. Ia menyebut tidak ada kejadian gagal panen secara signifikan, meskipun sempat terjadi banjir di wilayah Labanan Jaya pada awal tahun.

“Tidak ada gagal panen. Awal tahun memang sempat banjir, tapi tidak terlalu luas,” tegas Lita.

Saat ini, kondisi cuaca di Berau masih didominasi hujan, sehingga dinilai cukup aman bagi sektor pertanian. Namun demikian, pemerintah tetap mengimbau agar kewaspadaan terus ditingkatkan.

“Kami tetap harus memantau perkembangan cuaca dan terus menyosialisasikan kepada petani agar siap menghadapi kemungkinan terburuk,” pungkas Lita (BP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *