Tanjung Redeb

Kemarau Panjang, Berau Gelar Salat Istisqa Di Tengah Ancaman Kabut Asap

21
×

Kemarau Panjang, Berau Gelar Salat Istisqa Di Tengah Ancaman Kabut Asap

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com – Kabupaten Berau mulai menghadapi ancaman kabut asap seiring kemarau panjang yang belum kunjung berakhir.

Kondisi cuaca panas dan kering di sejumlah wilayah meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mendorong pemerintah bersama masyarakat memperkuat ikhtiar menghadapi situasi tersebut.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas dan Wakil Bupati Berau Gamalis bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta ratusan masyarakat menggelar Salat Istisqa di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah Tanjung Redeb, Rabu (19/8/2026) pagi.

Salat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT setelah kemarau berlangsung cukup panjang.

Ratusan masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Antusiasme warga menjadi gambaran keresahan terhadap kondisi lingkungan yang semakin kering, terlebih kabut asap mulai dirasakan di sejumlah wilayah kecamatan.

Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan pelaksanaan Salat Istisqa dilakukan secara spontan sebagai bentuk kepedulian pemerintah dan masyarakat terhadap kondisi cuaca yang tengah dihadapi.

Meski persiapannya dilakukan dalam waktu singkat, antusiasme masyarakat dinilai cukup tinggi. Menurut Gamalis, hal tersebut menunjukkan bahwa kemarau panjang telah menjadi persoalan yang dirasakan bersama.

“Salat Istisqa ini diadakan secara dadakan, tetapi antusias masyarakat sangat baik,” ujar Gamalis.

Menurutnya, kondisi panas dan kemunculan kabut asap tidak dapat dipandang sebelah mata.

Selain berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, situasi tersebut menjadi pengingat bahwa risiko karhutla masih tinggi selama curah hujan belum kembali normal.

Karena itu, ikhtiar menghadapi kemarau tidak hanya dilakukan melalui pendekatan spiritual, tetapi juga perlu dibarengi kewaspadaan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan yang kondisi vegetasinya mulai mengering.

Kewaspadaan bersama menjadi penting untuk mencegah munculnya titik api dan meluasnya kebakaran di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering.

Salat Istisqa pun menjadi momentum untuk menguatkan kebersamaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi kemarau panjang.

Di tengah ancaman karhutla dan kabut asap, doa serta ikhtiar menjaga lingkungan diharapkan berjalan beriringan hingga hujan kembali membasahi wilayah Berau (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *