Tanjung Redeb

Bupati Berau Tinjau Karhutla Di Poros Kelay, Perusahaan Diminta Turun Tangan

29
×

Bupati Berau Tinjau Karhutla Di Poros Kelay, Perusahaan Diminta Turun Tangan

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Poros Kelay KM 9 menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama Wakil Bupati Gamalis dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung meninjau lokasi kebakaran, Selasa (18/8/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi terkini sekaligus memastikan upaya pengendalian api yang dilakukan tim gabungan di lapangan berjalan maksimal.

Dari lokasi, kepulan asap tebal terlihat memenuhi kawasan yang terbakar. Api dengan cepat menjalar di antara ilalang dan semak yang mengering akibat cuaca panas serta minimnya hujan dalam beberapa waktu terakhir.

Tim gabungan dari unsur pemadam kebakaran, TNI, Polri dan petugas terkait terus berupaya mengendalikan kobaran api agar tidak meluas.

Petugas harus menyusuri area yang dipenuhi vegetasi kering yang mudah terbakar, sementara kepulan asap cukup tebal membuat jarak pandang di sekitar lokasi terbatas.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan, kondisi cuaca yang panas dan kering harus menjadi perhatian bersama. Pengawasan di kawasan yang rawan karhutla juga perlu diperkuat, terutama wilayah yang memiliki tutupan hutan dan lahan cukup luas.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.

“Jangan melakukan pembakaran hutan atau lahan. Kondisi saat ini sangat kering, sehingga api bisa dengan cepat menjalar ke mana-mana,” tegasnya.

Menurut Sri Juniarsih, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah daerah.

Keterbatasan sarana pemadam dan luasnya wilayah yang harus diawasi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari dunia usaha, TNI, Polri hingga masyarakat.

Wakil Bupati Berau Gamalis menambahkan, penanganan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan sarana dan prasarana pemadam serta sumber daya manusia (SDM).

Karena itu, ia meminta dukungan perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah terjadinya kebakaran untuk ikut membantu proses pemadaman.

“Kita membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk perusahaan yang berada di sekitar area titik api,” ujar Gamalis.

Ia mengajak perusahaan yang memiliki peralatan pemadam maupun personel yang dapat dikerahkan agar segera membantu tim gabungan di lapangan.

“Kalau memiliki alat pemadam maupun personel yang bisa dikerahkan, mari bersama-sama membantu tim di lapangan agar api tidak semakin meluas,” katanya.

Di tengah kondisi cuaca yang masih kering, Pemkab Berau juga menyiapkan langkah lain sebagai bentuk ikhtiar bersama.

Pemerintah daerah telah menjadwalkan pelaksanaan salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan sekaligus menjadi momentum mengajak masyarakat bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap ancaman karhutla.

Pemerintah daerah berharap kolaborasi lintas sektor dapat mempercepat pengendalian api sekaligus mencegah munculnya titik-titik kebakaran baru di tengah kondisi cuaca yang masih berisiko (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *