Tanjung Redeb

Berau Dan Masa Depan : Saatnya Memberi Ruang Generasi Muda

22
×

Berau Dan Masa Depan : Saatnya Memberi Ruang Generasi Muda

Sebarkan artikel ini


Oleh : Anang M Asnan, SS, M.Hum

beraupedia.com – Dalam beberapa tahun ke depan, tantangan Berau dipastikan semakin besar. Pertumbuhan penduduk, kebutuhan infrastruktur, tekanan lingkungan, perubahan ekonomi, perkembangan teknologi dan tuntutan pelayanan publik akan semakin meningkat.

Karena itu, daerah membutuhkan kepemimpinan yang berpikir jauh ke depan.

Pemimpin Berau berikutnya harus memiliki visi tentang seperti apa Berau pada 2035, 2040 bahkan 2045.

Apakah Berau ingin tetap bergantung pada sumber daya alam?

Ataukah Berau ingin menjadi salah satu pusat pariwisata dan ekonomi berkelanjutan di Kalimantan?

Apakah anak-anak muda Berau akan tetap meninggalkan daerah karena sulit mendapatkan pekerjaan?

Atau justru mereka akan menemukan masa depan di daerah sendiri?

Jawaban terhadap pertanyaan tersebut sangat bergantung pada keputusan politik dan kebijakan pembangunan hari ini.

Saatnya Memberi Ruang

Karena itu, gagasan “Saatnya Berau Dipimpin Pemuda” layak dibicarakan secara terbuka.

Bukan sebagai kampanye untuk seseorang atau kelompok tertentu, tetapi sebagai gagasan tentang regenerasi.

Berau harus mulai membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk masuk dalam proses pengambilan keputusan.

Mereka harus diberikan kesempatan duduk di pemerintahan, DPRD, organisasi masyarakat, dunia usaha maupun ruang-ruang strategis lainnya.

Sebab tidak mungkin kita terus berbicara tentang masa depan generasi muda jika dalam proses menentukan masa depan tersebut mereka tidak pernah diberikan ruang.

Berau membutuhkan pemimpin yang memiliki keberanian untuk melakukan perubahan, tetapi tetap memiliki kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

Pemimpin yang mampu memanfaatkan teknologi, tetapi tidak kehilangan sentuhan kemanusiaan.

Pemimpin yang berani menarik investasi, tetapi tetap melindungi masyarakat dan lingkungan.

Pemimpin yang mampu membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia.

Dan pemimpin yang tidak hanya memikirkan bagaimana Berau terlihat maju hari ini, tetapi bagaimana masyarakat Berau hidup lebih sejahtera dalam puluhan tahun mendatang.

Saatnya pemuda mengambil peran. Saatnya regenerasi kepemimpinan dibicarakan. Dan jika ada generasi muda yang memiliki kapasitas, integritas serta rekam jejak yang kuat, maka sudah waktunya Berau memberikan mereka kesempatan untuk memimpin.

Sebab masa depan Berau pada akhirnya bukan milik satu generasi.

Masa depan Berau adalah milik semua generasi. Namun, generasi muda harus diberi kesempatan untuk ikut menentukan arahnya.

Berau Membutuhkan Energi Baru

Berau memiliki potensi yang luar biasa. Dari sektor pariwisata, daerah ini memiliki gugusan destinasi yang menjadi daya tarik nasional maupun internasional.

Dari sektor perikanan dan kelautan, Berau memiliki wilayah pesisir yang luas. Sementara sektor pertanian, perkebunan, perdagangan dan jasa juga memiliki peluang untuk terus dikembangkan.

Persoalannya bukan semata-mata seberapa besar potensi yang dimiliki, tetapi seberapa mampu pemerintah mengubah potensi tersebut menjadi kesejahteraan masyarakat.

Inilah pekerjaan rumah besar bagi kepemimpinan Berau ke depan.

Pemimpin masa depan harus mampu keluar dari pola pembangunan yang terlalu bergantung pada sektor tertentu.

Ketika sumber daya alam mengalami tekanan, pemerintah harus sudah memiliki alternatif ekonomi yang kuat.

Pariwisata harus dikembangkan secara serius, tetapi tidak boleh hanya berhenti pada promosi destinasi.

Infrastruktur pendukung harus diperbaiki, masyarakat lokal harus dilibatkan, UMKM harus mendapatkan ruang, dan sektor ekonomi kreatif harus berkembang.

Begitu pula dengan pertanian dan perikanan. Pemerintah tidak cukup hanya memberikan bantuan produksi.

Yang dibutuhkan adalah ekosistem dari hulu hingga hilir, termasuk akses pasar, teknologi, pembiayaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Regenerasi Bukan Perang Generasi

Wacana kepemimpinan muda jangan sampai dipahami sebagai upaya mendiskreditkan generasi sebelumnya.

Justru sebaliknya.

Berau membutuhkan kombinasi antara pengalaman generasi senior dan keberanian generasi muda.

Generasi senior memiliki pengalaman menghadapi berbagai dinamika pemerintahan, politik dan masyarakat.

Sementara generasi muda membawa perspektif baru, energi dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

Keduanya dapat menjadi kekuatan jika ditempatkan dalam posisi yang tepat.

Karena itu, regenerasi kepemimpinan seharusnya bukan tentang siapa yang lebih tua atau lebih muda.

Ukurannya harus lebih sederhana: siapa yang paling mampu bekerja untuk masyarakat (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *