Tanjung Redeb

Wakil Ketua II DPRD Berau Minta Seleksi Peserta Pawai Atau Karnaval Yang Digelar Pemkab Berau Diperketat

24
×

Wakil Ketua II DPRD Berau Minta Seleksi Peserta Pawai Atau Karnaval Yang Digelar Pemkab Berau Diperketat

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua II DPRD Berau, H. Sumadi, SE (bp)


BERAUPEDIA.COM – Wakil Ketua II DPRD Berau, H. Sumadi, meminta Pemerintah Kabupaten Berau memperketat seleksi peserta dalam setiap kegiatan pawai atau karnaval yang diselenggarakan pemerintah daerah.

Salah satunya Berau Ethno Carnival (BEC) 2026 yang dijadwalkan digelar pada September mendatang dalam rangkaian peringatan HUT Kabupaten Berau.

Sumadi berharap panitia tidak mengikutsertakan peserta maupun penampilan yang mengandung unsur atau simbol LGBT.

Menurutnya, hal tersebut perlu menjadi perhatian serius dalam proses kurasi peserta, seiring kekhawatirannya terhadap keberadaan konten atau simbol LGBT yang dinilai mulai mendapat perhatian di tengah masyarakat Berau.

“Seleksi peserta harus diperketat. Jangan sampai ada pawai atau penampilan yang mengandung unsur LGBT dalam kegiatan yang diselenggarakan pemerintah daerah,” tegas Sumadi.

Ia menilai kegiatan seperti BEC semestinya menjadi wadah untuk menampilkan kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, serta potensi pariwisata Kabupaten Berau.

Karena itu, panitia diminta melakukan kurasi secara menyeluruh sejak tahap pendaftaran, termasuk terhadap konsep penampilan, kostum, atribut, dan materi yang akan ditampilkan peserta.

Sumadi menegaskan, kegiatan yang menggunakan fasilitas dan dukungan pemerintah daerah harus tetap memperhatikan norma sosial, budaya lokal, serta ketentuan yang berlaku.

“Jangan sampai kegiatan yang tujuan utamanya mempromosikan budaya dan pariwisata justru menimbulkan polemik di masyarakat. Panitia harus benar-benar melakukan seleksi sejak awal,” ujarnya.

Berau Ethno Carnival 2026 sendiri diproyeksikan menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT Kabupaten Berau.

Dengan melibatkan masyarakat dan berbagai unsur peserta, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi panggung kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat dan wisatawan.

“Yang kita jaga adalah agar festival ini tetap menjadi ajang budaya dan pariwisata yang positif, menarik wisatawan, sekaligus tetap menghormati nilai-nilai yang hidup di masyarakat Berau,” ujarnya (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *