
BERAUPEDIA.COM – Pengembangan desa wisata di Kabupaten Berau terus menunjukkan tren positif, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau menetapkan tiga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) terbaik tahun 2026 sebagai percontohan pengelolaan destinasi berbasis masyarakat yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan perekonomian kampung.
Penetapan tersebut merupakan bagian dari upaya Disbudpar Berau untuk meningkatkan kualitas pengelolaan desa wisata agar semakin profesional, inovatif, dan berkelanjutan.
Keberadaan Pokdarwis yang aktif dinilai memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi wisata daerah, baik wisata alam, budaya, maupun ekonomi kreatif yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Yudha Budi Santosa, menegaskan bahwa keberhasilan desa wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam yang dimiliki, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengelola destinasi, memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan, serta menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan daya saing.
“Pokdarwis harus menjadi penggerak utama dalam membangun desa wisata yang berkualitas, mandiri, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penilaian tahun 2026, Pokdarwis Mahligai dari Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua berhasil meraih predikat terbaik pertama.
Posisi kedua ditempati Pokdarwis Libahu Muntui dari Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, sedangkan peringkat ketiga diraih Pokdarwis Bakiau dari Kampung Pulau Besing, Kecamatan Gunung Tabur.
Menurut Yudha, keberhasilan ketiga Pokdarwis tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan desa wisata yang baik dapat diwujudkan melalui kolaborasi masyarakat, pemerintah kampung, serta berbagai pihak yang mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi Pokdarwis di kampung-kampung lainnya untuk terus meningkatkan kapasitas pengelolaan destinasi wisata.
Setiap desa, kata dia, memiliki peluang yang sama untuk berkembang apabila mampu memaksimalkan potensi lokal secara kreatif dan berkelanjutan.
“Kami berharap Pokdarwis di kampung-kampung lain terus berkembang dan mampu bersaing. Semakin banyak desa wisata yang dikelola dengan baik, maka semakin besar pula dampaknya terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Disbudpar Berau optimistis, dengan semakin banyaknya desa wisata yang dikelola secara profesional, Kabupaten Berau akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kalimantan Timur.
Selain meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, pengembangan desa wisata juga diharapkan mampu membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan (bp).













