Tanjung Redeb

Stok BBM Bukan Satu-Satunya Masalah, Distribusi Jadi Titik Krusial

39
×

Stok BBM Bukan Satu-Satunya Masalah, Distribusi Jadi Titik Krusial

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com Persoalan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.

Pemerintah menilai persoalan yang terjadi tidak semata-mata berkaitan dengan stok, tetapi juga menyangkut distribusi hingga ke masyarakat.

Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, kelangkaan BBM yang terjadi belakangan ini telah mengganggu berbagai aktivitas masyarakat. Mulai dari bekerja, mobilitas transportasi hingga aktivitas mengantar anak ke sekolah ikut terdampak.

“Keresahan ini adalah keresahan kita semua,” kata Gamalis saat mengikuti mediasi persoalan BBM, Senin (7/9/2026).

Menurut Gamalis, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. Koordinasi terus dilakukan bersama Pertamina, pengelola SPBU dan instansi terkait guna memastikan pasokan BBM di Berau tetap tersedia.

Namun, ia menegaskan bahwa keberadaan stok belum otomatis menyelesaikan persoalan.

Distribusi menjadi salah satu titik krusial yang harus dibenahi agar BBM benar-benar sampai kepada masyarakat sesuai peruntukannya.

Karena itu, Gamalis meminta masyarakat ikut berperan dalam melakukan pengawasan. Jika menemukan pembelian BBM dalam jumlah yang dinilai tidak wajar atau dugaan penyalahgunaan di lapangan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

“Kalau menemukan sesuatu di lapangan, melihat saudara-saudara kita melakukan pembelian di luar batas normal, laporkan,” tegasnya.

Persoalan tersebut juga telah menjadi perhatian DPRD Berau. Gamalis menyebut lembaga legislatif telah memanggil seluruh SPBU bersama Pertamina untuk membahas kondisi pasokan dan distribusi BBM di Berau.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka persoalan yang terjadi di lapangan sekaligus menemukan titik masalah dalam rantai distribusi BBM.

Gamalis menekankan, penyelesaian persoalan tidak boleh dilakukan dengan saling menyalahkan. Pemerintah bersama Pertamina, SPBU, DPRD dan pihak terkait harus membangun komunikasi serta mengambil langkah konkret.

“Penyelesaian persoalan ini melalui komunikasi yang benar, koordinasi dan tentu saja langkah-langkah konkret,” ujarnya.

Ia berharap kondisi yang terjadi saat ini dapat menjadi momentum untuk membenahi tata kelola BBM di Berau.

Dengan demikian, distribusi dapat berjalan lebih tertib dan kebutuhan masyarakat kembali terpenuhi seperti kondisi normal sebelumnya.

“Mudah-mudahan pertemuan kita hari ini membuahkan keputusan untuk menghasilkan sebuah langkah konkret,” kata Gamalis.

Pemkab Berau memastikan koordinasi dengan seluruh pihak akan terus dilakukan. Pemerintah berharap persoalan BBM dapat segera ditangani sehingga tidak berlarut-larut dan berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih besar di tengah masyarakat (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *