Tanjung Redeb

Pemkab Pantau Kabut Asap, Diduga Kiriman Dari Wilayah Lain

23
×

Pemkab Pantau Kabut Asap, Diduga Kiriman Dari Wilayah Lain

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com – Pemerintah Kabupaten Berau terus memantau kondisi kabut asap yang kembali terlihat di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena mulai berdampak terhadap jarak pandang masyarakat, terutama pada sore hari.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan pemerintah daerah terus mencermati perkembangan cuaca dan pergerakan sebaran asap yang muncul sejak beberapa hari terakhir.

Koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terpantau.

“Kita mencermati kondisi cuaca beberapa hari belakangan ini. Setiap sore kerap muncul kabut asap kembali yang cukup mengganggu,” ungkap Sri.

Berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, kabut asap mulai terlihat sejak Minggu (4/10) sekitar pukul 14.00 Wita.

Sebaran asap pertama kali terpantau dari wilayah selatan Berau, kemudian meluas hingga Senin (5/10) dan mulai menutupi sejumlah wilayah Kabupaten Berau.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap jarak pandang. Pemkab Berau menerima laporan bahwa jarak pandang di sejumlah lokasi mengalami penurunan hingga sekitar 1.200 meter.

Meski kabut asap kembali muncul, Sri menyebut tidak terdapat aktivitas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Berau dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah daerah menduga asap yang masuk ke Berau kemungkinan berasal dari wilayah lain.

“Saya sudah melakukan komunikasi dengan OPD kami, bahwa belakangan ini penanganan karhutla tidak ada,” katanya.

Dugaan tersebut juga diperkuat hasil pemantauan titik panas di wilayah Kalimantan Timur.

Berdasarkan laporan Stasiun Meteorologi (Stamet) Kalimarau yang diterima pemerintah daerah, titik panas terpantau di sejumlah wilayah, dengan jumlah cukup banyak berada di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Paser.

“Ini kemungkinan besar merupakan asap kiriman dari wilayah lain yang terjadi karhutla,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkab Berau tetap mengedepankan pemantauan kondisi lapangan untuk mengantisipasi apabila terjadi perubahan situasi.

Koordinasi lintas perangkat daerah juga terus dilakukan agar perkembangan kabut asap dapat diketahui secara cepat.

Menurut Sri, kondisi kabut asap tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kenyamanan dan aktivitas masyarakat.

Karena itu, perkembangan cuaca, kualitas udara, hingga potensi munculnya titik panas terus menjadi perhatian pemerintah daerah.

Ia mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama ketika jarak pandang mengalami penurunan.

Masyarakat juga diminta turut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran lahan di sekitar wilayahnya.

“Kita memastikan pemantauan dan koordinasi akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi, sekaligus menjaga agar kondisi wilayah tetap aman dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *