
beraupedia.com – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus memperkuat strategi pemasaran pariwisata dengan memperluas jejaring bersama pelaku industri dan pasar wisata.
Salah satunya dilakukan melalui Networking Event bersama peserta Famtrip Marine yang digelar di Pulau Maratua, Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum mempertemukan pelaku industri pariwisata Berau dengan mitra sekaligus membuka peluang pemasaran destinasi ke pasar yang lebih luas, termasuk wisatawan mancanegara.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan Maratua dan kawasan Kepulauan Derawan memiliki modal wisata bahari yang sangat kuat.
Kekayaan bawah laut, keanekaragaman hayati, pantai serta beragam aktivitas wisata menjadi potensi yang dapat dikembangkan untuk menjangkau pasar internasional.
Namun, menurut Yudha, kekayaan destinasi saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan industri pariwisata.
Diperlukan strategi pemasaran yang kuat, produk wisata berkualitas, pelayanan profesional serta jejaring bisnis yang mampu menghubungkan destinasi dengan calon wisatawan.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar memperkenalkan destinasi wisata, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan para pelaku industri pariwisata Kabupaten Berau dengan para mitra dan pasar yang lebih luas,” ungkapnya.
Karena itu, Yudha mendorong pelaku usaha pariwisata tidak sekadar hadir dalam kegiatan networking, tetapi aktif membangun komunikasi dan menjajaki peluang kerja sama.
Pengelola resort, operator selam, penyedia jasa perjalanan, transportasi hingga berbagai usaha pendukung pariwisata dinilai memiliki peluang yang sama untuk memperluas jaringan dan pasar.
Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat menghasilkan kerja sama konkret, termasuk dalam pengembangan dan pemasaran paket wisata bahari Berau agar semakin menarik, kompetitif dan berkelanjutan.
“Pertemuan malam ini harus menjadi awal dari kemitraan dan kerja sama yang memberikan dampak nyata bagi pengembangan pariwisata Kabupaten Berau,” tegas Yudha.
Dorong Dampak Ekonomi bagi Masyarakat
Menurut Yudha, pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Lebih jauh, sektor tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi daerah dan membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal.
Peningkatan kunjungan wisatawan harus berjalan beriringan dengan tumbuhnya lapangan kerja, berkembangnya usaha masyarakat serta meningkatnya kesejahteraan warga di sekitar destinasi.
Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat, komunitas hingga mitra industri.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci untuk membangun ekosistem pariwisata yang kuat dan mampu bersaing di pasar wisata nasional maupun internasional.
Peserta Famtrip Diharapkan Jadi Promotor Berau
Yudha juga berharap pengalaman peserta Famtrip Marine selama menjelajahi Pulau Maratua dapat menjadi modal untuk memperkenalkan Berau kepada jaringan pasar wisata yang lebih luas.
Peserta diharapkan tidak hanya menikmati keindahan destinasi, tetapi juga melihat secara langsung potensi produk wisata, pelayanan, aktivitas bahari hingga peluang pengembangan bisnis yang dapat ditawarkan Berau.
“Kami berharap pengalaman yang diperoleh selama berada di Kabupaten Berau, khususnya di Pulau Maratua, dapat menjadi bahan dan inspirasi untuk memperkenalkan serta memasarkan destinasi wisata kami kepada jaringan dan pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Disbudpar Berau juga membuka ruang bagi peserta Famtrip maupun pelaku industri untuk memberikan masukan terkait pengembangan destinasi.
Evaluasi terhadap berbagai aspek, mulai dari aksesibilitas, amenitas, pelayanan hingga pengalaman wisatawan, dinilai penting untuk memastikan kualitas pariwisata Berau terus meningkat.
Dengan strategi tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan pengembangan pariwisata tidak hanya menjadikan Berau semakin dikenal sebagai salah satu destinasi bahari unggulan, tetapi juga mampu menciptakan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
“Berau tidak hanya ingin semakin dikenal sebagai destinasi wisata bahari, tetapi juga memastikan potensi tersebut mampu membuka peluang bisnis dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” demikian Yudha (bp).



