
beraupedia.com – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, menegaskan pentingnya menjaga kawasan hutan dan habitat satwa liar, khususnya orangutan, saat mengunjungi Landscape Karahitan di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Rabu (26/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Raja Juli Antoni didampingi Sekretaris Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, dan Wakil Bupati Berau, Gamalis. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau.
Pada kesempatan itu, Menteri Kehutanan menyerahkan Surat Keputusan (SK) Landscape Karahitan yang pengelolaannya melibatkan Conservation Action Network (CAN). Selain itu, pemerintah juga menyerahkan enam sertifikat perhutanan sosial kepada masyarakat.
Landscape Karahitan seluas 87 hektare merupakan salah satu kawasan penting bagi perlindungan habitat orangutan.
Kawasan ini menjadi perhatian karena terdapat sejumlah individu orangutan yang sebelumnya menghadapi kondisi sulit akibat kekeringan dan fragmentasi hutan.
Perwakilan CAN, Linus, mengatakan beberapa orangutan berhasil diselamatkan dalam beberapa waktu terakhir.
Setelah menjalani proses penanganan dan pemulihan, satwa tersebut diharapkan dapat kembali dilepasliarkan ke habitatnya.
“Beberapa minggu lalu ada orangutan yang berhasil diselamatkan. Karena kekeringan dan fragmentasi hutan, dalam beberapa bulan ke depan diharapkan sudah bisa dikembalikan ke habitatnya,” ujar Linus.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan bahwa perlindungan kawasan hutan harus menjadi perhatian bersama, terutama di tengah meningkatnya ancaman kebakaran pada musim kering. Ia mengingatkan kembali pengalaman karhutla besar yang terjadi pada 2015.
“Pada 2015, sekitar 2,6 juta hektare kawasan terbakar. Karena itu, kita tidak ingin kejadian serupa terulang,” kata Raja Juli.
Menurutnya, kawasan preservasi harus tetap dijaga secara serius. Dari sekitar 87 hektare kawasan yang menjadi perhatian, masih terdapat sekitar 17 hektare yang menghadapi persoalan dan memerlukan penanganan lebih lanjut.
Selain itu, sejumlah Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) juga masih menjadi perhatian pemerintah dalam pengelolaan kawasan hutan.
Kawasan tersebut memiliki nilai penting bagi konservasi orangutan. Diperkirakan terdapat sekitar 500 hingga 800 individu orangutan yang berada di kawasan yang menjadi perhatian.
Selain upaya konservasi, pemerintah juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan melalui program perhutanan sosial.
Enam sertifikat yang diserahkan diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat dalam mengelola kawasan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi secara berkelanjutan.
Melalui skema tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh manfaat dari kawasan hutan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan dan habitat satwa liar.
Pemerintah menegaskan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, lembaga konservasi, serta masyarakat menjadi kunci dalam menjaga hutan, mencegah karhutla, dan memastikan keberlangsungan habitat orangutan di Kabupaten Berau (bp).



