
beraupedia.com – Kualitas udara di Kabupaten Berau mengalami penurunan signifikan dan kini berada pada kategori sangat tidak sehat.
Kondisi tersebut berdasarkan hasil pengukuran UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau.
Pengukuran dilakukan selama 24 jam, mulai 18 hingga 19 September 2026 pukul 13.50–13.50 WITA, di Halaman Kantor Bupati Berau, Tanjung Redeb.
Hasil pengukuran menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 215, sementara PM10 berada di angka 285. Adapun kadar karbon monoksida (CO) tercatat 4,1.
Berdasarkan kategori Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), angka 201–300 masuk dalam kategori sangat tidak sehat.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat, terutama mereka yang terpapar udara tercemar dalam jangka waktu tertentu.
Selain mencatat tingginya konsentrasi partikulat, pengukuran juga menunjukkan kelembapan udara sebesar 52 persen dengan suhu mencapai 36 derajat Celsius.
Kepala DLHK Berau, Zulkufli Azhari, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyikapi kondisi tersebut.
Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara masih berada pada kategori sangat tidak sehat.
“Gunakan masker saat beraktivitas di luar, kurangi aktivitas di luar apabila asap semakin pekat, perbanyak minum air putih dan tetap jaga kesehatan,” imbau Zulkifli.
Masyarakat juga diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
Imbauan tersebut terutama penting bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara (bp).













