
beraupedia.com – Kondisi kualitas udara di Kabupaten Berau yang masih belum membaik akibat kabut asap membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Berau kembali memperpanjang kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar dari Rumah (BDR). Kebijakan tersebut berlaku selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Oktober 2026.
Perpanjangan ini dilakukan sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik dari potensi dampak paparan kabut asap yang masih menyelimuti sebagian wilayah Berau.
Berdasarkan informasi BMKG Kabupaten Berau, peta sebaran asap pada 11 Oktober 2026 pukul 11.00 WITA masih menunjukkan keberadaan asap di sebagian besar wilayah kabupaten.
Kondisi tersebut juga diperkuat hasil pengamatan visual di lapangan yang menunjukkan kabut asap masih cukup pekat.
Selain itu, hasil pengukuran kualitas udara oleh UPTD Puskesmas di sejumlah kampung dan kecamatan menunjukkan kondisi udara rata-rata berada dalam kategori tidak sehat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah, menyampaikan bahwa keputusan memperpanjang BDR diambil dengan mempertimbangkan kondisi udara yang belum kondusif. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan warga sekolah harus menjadi prioritas.
“Peserta didik diharapkan tetap dapat mengikuti kegiatan pembelajaran tanpa harus beraktivitas langsung di lingkungan sekolah yang berpotensi terdampak kabut asap,” ujarnya.
Meski kegiatan belajar dilakukan dari rumah, Disdik Berau memastikan proses pendidikan tetap berlangsung dengan penyesuaian beban belajar.
Materi pembelajaran difokuskan pada penguatan literasi, numerasi, pendidikan karakter, serta pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
Penyesuaian tersebut dilakukan agar peserta didik tetap memperoleh pengalaman belajar yang bermakna tanpa dibebani tugas berlebihan selama masa BDR.
“Penyesuaian tersebut dilakukan agar peserta didik tetap memperoleh pengalaman belajar yang bermakna tanpa terbebani tugas berlebihan selama masa BDR,” jelas Mardiatul.
Disdik Berau juga mengimbau orang tua untuk mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran dari rumah sekaligus memantau kondisi kesehatan mereka.
Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan peserta didik dinilai penting agar proses pendidikan tetap berjalan di tengah kondisi lingkungan yang belum mendukung aktivitas luar ruangan.
Perpanjangan BDR ini bersifat sementara dan diharapkan dapat mengurangi risiko paparan kabut asap terhadap warga sekolah hingga kualitas udara kembali membaik.
Pelaksanaan pembelajaran tatap muka selanjutnya diharapkan dapat dilakukan kembali setelah kondisi dinilai aman dan kondusif.
Di tengah kondisi tersebut, pemantauan kualitas udara dan perkembangan sebaran asap menjadi faktor penting dalam menentukan langkah selanjutnya, terutama untuk memastikan kegiatan pendidikan di Kabupaten Berau dapat berlangsung tanpa mengabaikan kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik (bp).













