Tanjung Redeb

Bupati Berau Geram Insiden Di Rumah Dinas, Satpol PP Disorot : “Sangat Memalukan”

5
×

Bupati Berau Geram Insiden Di Rumah Dinas, Satpol PP Disorot : “Sangat Memalukan”

Sebarkan artikel ini


BERAUPEDIA – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas meluapkan kekesalannya atas insiden di rumah dinas jabatan yang dinilai mencerminkan lemahnya kesiapsiagaan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Peristiwa beberapa hari lalu, ketika warga datang menuntut penyelesaian persoalan mati lampu, menjadi sorotan serius kepala daerah.

Sri Juniarsih menyebut kejadian tersebut sebagai catatan merah bagi Satpol PP yang dinilai mencoreng marwah institusi. Ia juga mendesak agar penunjukan Kepala Satpol PP segera dilakukan secara selektif, dengan mempertimbangkan kemampuan dan kesiapan menghadapi dinamika di lapangan.

Kemarahan tersebut disampaikan Sri Juniarsih dalam arahannya kepada jajaran kepala dinas dan aparat penegak hukum daerah, Rabu (4/11/2026).

Ia meminta pengawasan pada malam hari diperketat, terutama untuk memastikan kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi situasi yang berpotensi mengganggu ketertiban.

“Ini menjadi catatan merah untuk Pol PP, bahkan hal tersebut sangat memalukan. Tetapi sebagai kepala daerah, tentu saya harus sigap menghadapi hal-hal seperti ini. Tolong pantau kegiatan ketika di malam hari, jam malam harus dimaksimalkan,” tegas Sri Juniarsih.

Menurutnya, kesiapsiagaan aparat menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban masyarakat sekaligus memastikan pemerintah daerah mampu merespons setiap persoalan yang muncul.

Terlebih, Kabupaten Berau kerap menerima kunjungan berbagai kalangan, termasuk tamu kerajaan dan masyarakat luas. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah memiliki pengawasan dan pengamanan yang lebih optimal.

Selain menyoroti Satpol PP, Sri Juniarsih juga mengingatkan seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau agar lebih responsif menghadapi berbagai dinamika.

Ia menegaskan, era keterbukaan informasi digital membuat setiap persoalan di lapangan dapat dengan cepat menjadi perhatian publik. Karena itu, pemerintah tidak boleh hanya menunggu masalah muncul, tetapi harus memiliki langkah antisipasi.

Menurutnya, setiap pejabat perlu menyiapkan perencanaan ganda atau plan A dan plan B dalam menghadapi berbagai kemungkinan.

Langkah tersebut dinilai penting agar pemerintah daerah tidak kehilangan kendali ketika terjadi situasi yang membutuhkan penanganan cepat.

Insiden di rumah dinas tersebut menjadi pengingat bagi jajaran pemerintah daerah bahwa kesiapsiagaan, pengawasan dan respons terhadap masyarakat harus menjadi prioritas, bukan sekadar formalitas dalam menjalankan tugas (bp).

Editor: Anang Ma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *