Tanjung Redeb

Berau Expo Tetap Digelar Meski Efisiensi Anggaran, Barisan Wong Cilik Harap Anggaran Diperbesar

73
×

Berau Expo Tetap Digelar Meski Efisiensi Anggaran, Barisan Wong Cilik Harap Anggaran Diperbesar

Sebarkan artikel ini


beraupedia.com – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang menuntut pemerintah daerah lebih cermat menentukan prioritas belanja, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau tetap menggelar Berau Expo 2026.

Keputusan ini mendapat apresiasi dari Barisan Wong Cilik, yang menilai hiburan masyarakat dan dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga perlu mendapat perhatian.

Berau Expo 2026 dijadwalkan berlangsung pada 16–25 Oktober 2026 di Lapangan GOR Pemuda Tanjung Redeb. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Berau ke-73 dan HUT Kota Tanjung Redeb ke-216.

Ketua Barisan Wong Cilik, Ali Suhartawan, menilai penyelenggaraan Berau Expo di tengah efisiensi anggaran memperlihatkan bahwa pemerintah daerah masih memiliki ruang untuk menghadirkan kegiatan yang dinantikan masyarakat.

Menurutnya, efisiensi semestinya tidak serta-merta dimaknai sebagai alasan untuk mengesampingkan kebutuhan hiburan publik dan ruang promosi bagi UMKM.

“Di tengah efisiensi anggaran, ternyata kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat tetap bisa dilaksanakan. Ini tentu patut diapresiasi. Sebab, masyarakat bukan hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga hiburan dan ruang untuk menikmati hasil dari aktivitas daerahnya,” ujarnya.

Namun, apresiasi tersebut juga disertai pandangan kritis mengenai bagaimana anggaran daerah seharusnya dipahami. Ali menilai, apabila kegiatan seperti Berau Expo mampu memberi manfaat bagi masyarakat dan membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal, maka pembiayaannya layak dilihat sebagai bagian dari upaya menggerakkan ekonomi, bukan semata-mata pengeluaran untuk acara seremonial.

Ia menyebut anggaran sekitar Rp3 miliar untuk penyelenggaraan Berau Expo masih relatif kecil jika dibandingkan dengan potensi manfaat yang dapat dihasilkan, terutama apabila kegiatan tersebut mampu mendatangkan pengunjung, meningkatkan transaksi UMKM, dan menghidupkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi acara.

“Kalau anggarannya sekitar Rp3 miliar, menurut kami itu masih relatif kecil untuk kegiatan yang melibatkan masyarakat luas dan memberi ruang bagi UMKM. Bahkan, ke depan bisa saja dipertimbangkan meningkat menjadi dua atau tiga kali lipat, sepanjang perencanaannya matang, pengelolaannya transparan, manfaatnya terukur, dan kemampuan keuangan daerah memungkinkan,” katanya.

Menurut Ali, di sinilah pentingnya melihat efisiensi anggaran secara proporsional. Penghematan memang diperlukan, tetapi masyarakat juga berhak memperoleh penjelasan mengenai prioritas belanja pemerintah, termasuk kegiatan mana yang dinilai penting untuk dipertahankan karena memberikan manfaat sosial dan ekonomi.

Dengan kata lain, efisiensi jangan sampai hanya menjadi slogan penghematan, sementara kegiatan yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat justru kehilangan ruang.

Sebaliknya, setiap anggaran yang dibelanjakan harus dapat dipertanggungjawabkan melalui hasil yang nyata.

Ali juga berharap Berau Expo tidak berhenti sebagai agenda tahunan untuk memeriahkan hari jadi daerah.

Kegiatan tersebut perlu menjadi kesempatan konkret bagi UMKM lokal untuk memperkenalkan produk, memperluas pasar, dan meningkatkan penjualan.

Karena itu, ia mendorong agar pelaku UMKM mendapatkan kesempatan berpartisipasi secara luas, dengan pengelolaan kegiatan yang memperhatikan pemerataan peluang usaha.

Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh penyelenggara atau pengunjung, tetapi juga oleh pedagang dan pelaku usaha lokal.

Di sisi lain, Ali mengajak masyarakat Kabupaten Berau untuk bersama-sama menyukseskan Berau Expo 2026 yang berlangsung pada 16–25 Oktober di Lapangan GOR Pemuda Tanjung Redeb.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Berau untuk meramaikan dan menyukseskan Berau Expo. Mari kita jaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan, sekaligus mendukung produk UMKM lokal. Kalau kegiatan ini ingin benar-benar membawa manfaat, masyarakat harus ikut terlibat dan produk lokal harus mendapat tempat,” tuturnya.

Ia berharap Berau Expo 2026 tidak hanya meriah selama pelaksanaan, tetapi juga meninggalkan manfaat yang bisa dirasakan setelah kegiatan berakhir.

Bagi Barisan Wong Cilik, ukuran keberhasilan sebuah kegiatan bukan semata-mata besarnya panggung atau ramainya acara, melainkan sejauh mana masyarakat terhibur, UMKM memperoleh peluang, dan anggaran yang digunakan menghasilkan manfaat yang sepadan (bp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *